Gubernur Dorong Pelaku UMKM Kreatif dan Inovatif

SLAWI Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mendorong pelaku UMKM untuk mengasah kreativitas dan berinovasi mengikuti perkembangan jaman untuk kemajuan usahanya. Hal itu disampaikan Ganjar pada saat bertemu dengan sejumlah pelaku usaha makanan ringan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Tegal, Kamis (11/4) malam. Dengan menggunakan bahasa Jawa, Ganjar menyapa para pengusaha yang malam itu membawa aneka produk industri rumah tangga.

Gubernur yang malam itu datang bersama Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen, tampak antusias melihat aneka produk yang dipamerkan. Diantaranya opak singkong, ceriping singkong dan kue bluder. Ganjar sempat mewancarai Lince, pembuat opak keripik singkong atau Pak Pik. Gubernur yang penasaran melihat opak buatan Lince menanyakan seluk beluk usaha yang telah bertahun-tahun dijalankan Lince, mulai dari permodalan hingga pemasaran opak tersebut. Untuk membesarkan usaha opak tersebut, Ganjar mendorong Lince menambah permodalan, diantaranya dengan kredit melalui Bank Jateng.

“Kalau modal sehari Rp 300 ribu, ditambah 100 persen jadi Rp 600 ribu, ditambah 200 persen jadi Rp 900 ribu. Untungnya lebih banyak,”sebut Ganjar. Ganjar juga mendorong Lince untuk memasarkan produk secara online.

Selain Lince, Ganjar juga mewancarai Susanto, pengusaha keripik singkong dan Gibran pembuat kue bluder. Keduanya telah sukses memperluas pemasaran dengan mengubah kemasan. Susanto menyebutkan, setelah melakukan inovasi dengan membuat kemasan lebih menarik, keripik singkong bisa dijual di mal dan keuntungan yang didapat berlipat-lipat. Ia juga menyebutkan, baru saja mengikuti pelatihan penjualan online di Bukalapak dengan difasilitasi Pemkab Tegal.

“Kalau dijual seperti ini (dikemas plastik) laku tidak di mal? Tidak. Tapi kalau sudah dikemas begini, pasti laku,”ujar Ganjar sambil membandingkan produk keripik buatan Susanto ,yang dikemas dalam kemasan berbeda.

“Bagaimana caranya. Caranya pemerintah menganggarkan melalui APBD, dan dinas mengajari,”ungkap Ganjar.

Malam itu, gubernur sekaligus bersilaturahmi dengan para penerima bantuan gubernur tahun 2018 dan tahun 2019. Selain itu secara simbolis menyerahkan bantuan, salah satunya adalah bantuan CSR bantuan dana sosial Bank Jateng untuk pembangunan 12 unit rumah bagi warga terdampak bencana tanah bergerak Desa Dermasuci, Kabupaten Tegal sebesar Rp 600 juta serta bantuan sarpras pengelolaan sampah program kampung iklim (Proklim) kampung siaga bencana Desa Guci, Kecamatan Bumijawa sebesar Rp 24.740.000.

Kemudian bantuan dana sosial rumah tidak layak huni PDAB Tirta Utama Provinsi Jateng untuk tiga unit rumah masing-masing Rp 10 juta, Kartu Jateng Sejahtera,bantuan hibah APBD Provinsi Jateng kepada MI Salafiyah Danawarih , Desa Danawarih Kecamatan Balapulang Rp 70 juta, bantuan pemerintah desa RTLH untuk 281 desa masing-masing sebesar Rp 30 juta per desa serta bantuan keuangan kepada pemerintah desa untuk peningkatan ketahanan masyarakat Desa-PM Rp 20 juta dan operasional KPMD Rp 5 juta.

Pada kesempatan itu, Bupati Tegal, Umi Azizah menyampaikan, tiap desa di Kabupaten Tegal memiliki keungulan.

“Ada desa martabak, konveksi, tempe, logam , komponen kapal dan olahan berbahan baku teh yang telah menembus pasar internasional.

Umi didampingi Kapolres Tegal, kepala OPD dan Pimpinan Bank Jateng Koordinator Tegal, Bambang Heru, juga menyampaikan sejumlah program unggulan dan capaian yang telah diraih Pemkab Tegal. Diantaranya program penataan lingkungan kumuh berupa pembuatan jamban sehat keluarga dengan anggaran PDPM. Selama tiga tahun berjalan, bantuan yang dialokasikan Rp 21,075 miliar. Harapannya pada akhir 2019, Kabupaten Tegal dapat mewujudkan Kabupaten Bebas ODF atau bebas dari buang air besar sembarangan.

Selain silaturahmi dengan penerima bantuan gubernur, Kamis (11/4) siang, Ganjar Pranowo juga menyerahkan bantuan untuk ustad dan ustadzah Kabupaten Tegal dan Kota Tegal yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Dar Al Quran Al Islami di Desa Lebaksiu Kidul.

Total penerima bantuan dari Kabupaten Tegal 9.274 orang. Bantuan diberikan Rp 1,2 juta per orang per tahun, yang diberikan setiap tiga bulan. Wagub Taj Yasin menyebutkan, tahun ini dianggarkan Rp 205 miliar untuk membantu 171.131 ustad dan ustadzah.