EKONOMI DOMESTIK

  • Mayoritas Harga Obligasi Naik, Pasar Obligasi Indonesia Catat Positive Return Harian. Seluruh indeks return obligasi konvensional dan sukuk ditutup menguat. Harga SUN seri fixed rate didominasi penguatan dengan rata-rata perubahan harga naik +20,03bps. Sedangkan rata -rata harga sukuk negara naik +11,80bps. Kurva yield PHEI-IGSYC bergerak bullish. Rata-rata yield seluruh tenor 1-30tahun turun –2,38bps dimana penurunan yield terbesar terjadi pada tenor pendek. Total volume obligasi di pasar sekunder turun –31,69% menjadi Rp18,72tn. Begitu pula dengan total frekuensi yang turun –16,97% menjadi 1.282 transaksi. Pasar obligasi Indonesia meneruskan tren bullish. Positifnya gerak pasar diperkirakan lebih dipicu oleh respon positif pasar atas rilis indeks Markit Manufaktur Indonesia Januari yang berekspansi melebihi perkiraan konsensus. Selain itu, penguatan pasar diprediksi juga terdorong oleh berlanjutnya tren apresiasi kurs spot Rupiah terhadap USD ke level Rp14.023/US$. Disisi lain, pergerakan pasar juga masih dibayangi oleh beberapa faktor penekan seperti masih rendahnya tingkat daya beli konsumen serta penyebaran Covid-19. Today’s Outlook Pada perdagangan Selasa, pasar obligasi domestik berpotensi meneruskan performa positif namun cenderung lebih terbatas. Euforia pasar terhadap peningkatan indeks manufaktur Indonesia diprediksi akan mereda dan pasar akan lebih digerakkan oleh faktor trading. Dari sisi perdagangan, aktivitas perdagangan di pasar sekunder diperkirakan akan meningkat seiring pelaksanaan lelang pada 7 seri SBN.
  • Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2021 tercatat sebesar 0,26% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,45% (mtm). Perkembangan ini dipengaruhi oleh perlambatan inflasi kelompok volatile food dan deflasi kelompok administered prices, sementara inflasi inti masih mencatat kenaikan. Secara tahunan, inflasi IHK Januari 2021 tercatat 1,55% (yoy), menurun dari inflasi bulan lalu sebesar 1,68% (yoy). Ke depan, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna mengendalikan inflasi 2021 sesuai dengan kisaran targetnya sebesar 3,0%±1%. Inflasi inti Januari 2021 sebesar 0,14% (mtm), meningkat dari inflasi bulan Desember 2020 sebesar 0,05% (mtm). Peningkatan inflasi inti secara bulanan ini disumbang terutama oleh komoditas nasi dengan lauk seiring dampak lanjutan inflasi kelompok volatile food. Secara tahunan, inflasi inti sebesar 1,56% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan inflasi Desember 2020 sebesar 1,60% (yoy). Inflasi inti yang tetap rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan harga komoditas nonpangan dunia yang relatif stabil. Kelompok volatile food inflasi 1,15% (mtm) pada Januari 2021, lebih rendah dari capaian pada Desember 2020 sebesar 2,17% (mtm). Tekanan inflasi kelompok volatile food terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas cabai rawit, ikan segar, tempe, dan tahu mentah, seiring tertahannya pasokan dan kenaikan harga komoditas pangan global. Peningkatan inflasi kelompok volatile food yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi komoditas telur ayam ras dan bawang merah. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food sebesar 2,82% (yoy), menurun dari bulan sebelumnya sebesar 3,62% (yoy). Kelompok administered prices Januari 2021 deflasi sebesar 0,19% (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,35% (mtm). Deflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh normalisasi penurunan tarif angkutan, khususnya angkutan udara, pascalibur akhir tahun. Deflasi yang lebih dalam tertahan oleh inflasi komoditas rokok kretek filter seiring berlanjutnya transmisi kenaikan cukai tembakau dan inflasi tarif jalan tol seiring penyesuaian tarif di beberapa ruas tol. Secara tahunan, komponen administered prices inflasi sebesar 0,34% (yoy), meningkat dari 0,25% (yoy) pada bulan sebelumnya.

ECONOMIC GLOBAL

  • UST 10-yr yield melemah terbatas ke level 1.07% setelah 10 senator Republik mengirim surat kepada Biden pada hari Minggu untuk memintanya mempertimbangkan rencana alternatif bantuan Covid-19 yang lebih kecil. Proposal Partai Republik akan mengurangi ukuran bantuan dari $1,400 per individu menjadi $1,000. Ÿ Bursa saham AS menguat DJIA +0.76%, S&P 500 +1.61%, dan Nasdaq +2.55%. Bursa saham Eropa menguat DAX +1.41%, FTSE +0.92%, dan CAC +1.16%. Bursa saham Asia menguat Nikkei +1.55%, HSI +2.15%, dan Kospi +2.70%.
  • Dollar AS nampak melemah di awal sesi Selasa (2/2) seiring meningkatnya optimisme stimulus fiskal AS setelah kabar Presiden Biden melakukan pertemuan dengan anggota-anggota senat dari partai Republic terkait stimulus bantuan covid-19. Pasar menantikan keputusan suku bunga Reserve bank of Australia (RBA) jam 10:30 WIB.

Peluang Pergerakan

Emas
Harga emas berakhir menguat sebesar $12.39 mengakhiri perdagangan hari Senin pada level $1860.43 mengikuti aksi beli perak oleh grup investor ritel di Reddit yang sebelumnya menaikan harga saham GameStop dan AMC. Di sesi Asia (2/2), Harga emas berpotensi dibeli menguji resisten $1867 seiring kabar pertemuan Presiden Biden dengan anggota senat partai Republik terkait stimulus bantuan Covid-19 di AS. Jika harga turun ke bawah level $1853, harga emas berpeluang dijual menguji support $1849. Peluang rentang harga di sesi Asia: $1849 – $1867.

Minyak Mentah

Outlook positif pemotongan produksi minyak mentah oleh Arab Saudi telah berdampak pada penguatan harga minyak mentah WTI di hari Senin, menguat sebesar $1.39 dan ditutup di level $53.53. Di sesi Asia (2/2), harga minyak berpotensi dibeli menguji resisten $54.00 selama harga bergerak di atas level $53.35. Jika turun ke bawah level tersebut, harga minyak berpeluang dijual menguji support $53.00. Peluang rentang harga di sesi Asia: $53.00 – $54.00.

EURUSD
Terbebani oleh data Penjualan Ritel Jerman yang jauh di bawah ekspektasi serta outlook pemulihan ekonomi yang lebih baik di AS, telah memicu penurunan EURUSD di hari Senin, melemah sebesar 77 pip di level 1.2059. Di sesi Asia (2/2), EURUSD nampak naik karena pelemahan dollar AS pagi ini seiring pertemuan Presiden Biden dengan anggota senat dari partai Republik yang membahas stimulus bantuan covid-19. EURUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.2085 selama harga bertahan di atas level 1.2050. Jika harga turun ke bawah level tersebut, EURUSD berpotensi dijual menguji support 1.2030. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.2030 – 1.2085.

GBPUSD
Outlook pemulihan ekonomi yang lebih baik di AS telah menopang penguatan dolar AS. Hal ini membebani GBPUSD pada perdagangan hari Senin, ditutup melemah sebesar 41 pip di level 1.3662. Di sesi Asia (2/2), GBPUSD berpotensi naik karena pelemahan dollar AS pagi ini seiring pertemuan Presiden Biden dengan anggota senat dari partai Republik yang membahas stimulus bantuan covid-19. GBPUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.3710 selama harga bertahan di atas level 1.3650. Jika turun ke bawah level tersebut, GBPUSD berpeluang dijual menguji support 1.3630. Peluang rentang harga di sesi Asia: 1.3630 – 1.3710.

USDJPY
Dipicu oleh kenaikan dolar AS karena outlook pemulihan ekonomi yang lebih baik di AS, telah menopang kenaikan USDJPY pada hari Senin, ditutup naik sebesar 22 pip di level 104.92. Di sesi Asia (2/2), USDJPY nampak turun karena pelemahan dollar AS pagi ini seiring pertemuan Presiden Biden dengan anggota senat dari partai Republik yang membahas stimulus bantuan covid-19. USDJPY berpotensi dijual menguji support 104.60 selama bertahan di bawah level 105.00. Jika harga naik ke atas level tersebut, USDJPY berpeluang dibeli menguji resisten 105.20. Peluang rentang harga di sesi Asia: 104.60 – 105.20.

AUDUSD
Melemahnya harga komoditas tembaga serta dolar AS yang mampu menguat  kabar pemulihan ekonomi yang lebih baik AS, telah membebani kinerja AUDUSD pada hari Senin, ditutup turun sebesar 23 pips di level 0.7619. Di sesi Asia (2/2), AUDUSD berpeluang dibeli menguji resisten 0.7660 jika pernyataan Bank Sentral Australia (RBA) bernada positif mengenai pemulihan ekonomi pada jam 10:30 WIB nanti. Jika turun ke bawah level 0.7610, AUDUSD berpeluang dijual menguji support 0.7590. Peluang rentang harga di sesi Asia: 0.7590 – 0.7660.

Nikkei
Manfaatkan rebound saham Wall Street, indeks Nikkei mampu ditutup menguat pada perdagangan hari Senin, naik sebesar 515 poin dan ditutup di level 28275. Di sesi Asia (2/2), indeks Nikkei berpotensi dibeli menguji resisten 28510 karena optimisme stimulus bantuan Covid-19. Presiden Biden bertemu dengan anggota senat dari partai Republik untuk membahas stimulus bantuan covid-19. Jika indeks turun ke bawah level 28000, indeks Nikkei berpeluang dijual menguji support 27820. Peluang rentang harga di sesi Asia: 27820 – 28510.

Hang Seng

Abaikan data Manufaktur Tiongkok yang lebih rendah dari perkiraan, indeks Hang Seng mampu bergerak naik hingga ditutup menguat sebesar 573 poin di level 28773 pada hari Senin karena aksi short covering pasar setelah jatuh tajam pada pekan sebelumnya. Di sesi Asia (2/2), Indeks Hang Seng berpotensi dibeli menguji resisten 29500 seiring optimisme stimulus AS. Presiden Biden bertemu dengan anggota senat dari partai Republik untuk membahas stimulus bantuan covid-19. Jika turun ke bawah level 29000, indeks Hang Seng berpeluang dijual menguji support 28675 . Peluang rentang harga di sesi Asia: 28675 – 29500.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.