DPRD Kabupaten Pati Apresiasi Kontribusi Bank Jateng

Kalangan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Pati Jawa Tengah memberikan apresiasi atas kontribusi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) terhadap kas daerah. Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, Bank Jateng masih mampu memberikan kontribusi yang signifikan untuk kas daerah.

Hal itu dinyatakan dua anggota Komisi B DPRD (Bidang Perekonomian dan Keuangan) Kabupaten Pati, H Suriyanto AMd Pi dan H Darbi SH, dalam proses penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyertaan Modal Daerah ke Tiga BUMD, yaitu PT BPD Jawa Tengah, Perumda Aneka Usaha Pati dan Perumda Air Minum Tirta Bening. “PT BPD Jateng saat ini telah memiliki prestasi kinerja yang bagus yang sudah memberikan kontribusi yang besar kepada kas daerah. Demikian juga PT BPR bank daerah Pati,” ujar Suriyanto saat menyampaikan pendapat akhir Fraksi Demokrat DPRD Pati terhadap Raperda Penyertaan Modal Daerah, belum lama ini.

Dia berharap Bank Jateng bisa meningkatkan lagi prestasinya untuk membangun perekonomian Kabupaten Pati khususnya, dan Jawa Tengah pada umumnya melalui peran yang diembannya. “Kami berharap penambahan modal dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena anggaran ini adalah uang rakyat,” ujarnya.

Sementara itu H Darbi SH, anggota Komisi B dari Fraksi PPP, secara jelas menyebut secara langsung besaran kontribusi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah untuk kas daerah tahun 2020. Menurut Darbi, kontribusi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah berupa dividen yang masuk ke kas daerah Kabupaten Pati di tahun 2020 nilainya mencapai Rp19 miliar.

Kontribusi itu, kata Darbi, layak diapresiasi. Darbi menyebut hal itu sebagai prestasi perbankan yang baik dan perlu ditingkatkan terus. Dia berharap, dengan penyertaan modal dari APBD tahun anggaran 2021 untuk PT BPD Jawa Tengah benar-benar dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Prioritaskan pada pemberdayaan usaha mikro dan menengah dengan memberikan kemudahan modal usaha dan memberikan solusi yang terbaik terhadap kredit bermasalah yang diakibatkan oleh menurunnya intensitas usaha rakyat yang disebabkan oleh dampak covid-19 ini,” katanya dalam forum rapat paripurna DPRD Pati, baru-baru ini.

Secara tegas Darbi memberi catatan pada manajemen Bank Jateng untuk menjaga penerapan prinsip kehati-hatian (prudential principle) dan senantiasa berpedoman pada pasal 29 ayat 2 UU Nomor 7 Tahun 1992 UU Nomor 10 tahun 1998 tentang Perbankan yang menegaskan,  bahwa wajib memelihara tingkat kesehatan bank sesuai dengan ketentuan ketutupan modal kualitas aset, kualitas manajemen, likuiditas, rentabilitas, solvabilitas dan aspek lain yang berhubungan dengan usaha Bank dan wajib melakukan kegiatan usaha sesuai dengan prinsip kehati-hatian tersebut.

Penambahan penyertaan modal untuk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah yang dialokasikan pada APBD Kabupaten Pati Tahun 2021, merupakan bentuk apresiasi atas kinerja Bank Jateng, sekaligus komitmen daerah untuk mensejahterakan masyarakat melalui pembangunan perekonomian daerah. Karena itu, perbankan sebagai lembaga intermediasi yang didukukung pemerintah daerah, perlu mengoptimalkan perannya. **