Bupati Cilacap Meresmikan Bajaj di Kroya, Pengemudi Dapat KUR dari Bank Jateng

CILACAP, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji me-launching angkutan kawasan tertentu (AKT) atau bajaj yang beroperasi di Kecamatan Kroya dan sekitarnya, Rabu (27/3). Bupati berharap, keberadaan bajaj dapat meningkatkan perekonomian dan memberikan moda transportasi yang berkeselamatan bagi masyarakat.

“Diharapkan ke depan moda transportasi tersebut semakin memudahkan masyarakat dalam menggunakan transportasi,” ujar Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji.

Hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan dan kemudahan masyarakat dalam bertransportasi. Sehingga diharapkan juga dapat meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat.

“Saya juga meminta kepada para pengemudi angkutan kawasan tertentu pada zona Kecamatan Kroya dan sekitarnya untuk senantiasa menaati dan mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dengan penyedia jasa angkutan lainnya,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap Tulus Wibowo mengatakan, bahwa angkutan tersebut menggunakanmerek TVS. Dengan di-launching-nya angkutan tersebut menjadi salah satu terobosan untuk menggantikan becak motor (bentor) sebagai kendaraan alternatif di atas ojek dan di bawah taksi.

“Angkutan kawasan terpadu ini bisa masuk ke jalan setapak. Harapan kami kepada para pengemudi bentor untuk segera beralih kepada kendaraan tersebut, agar masyarakat atau pengguna jasa bisa mendapat jaminan keselamatan,” ujarnya.

Pada tahap pertama ini telah dibuka pendaftar sebanyak 21 orang. Namun pada launching ini baru terdapat 10 armada. Sementara sisanya akan menyusul secara bertahap. Dimana nantinya akan ada sebanyak 61 bajaj yang beroperasi di wilayah Kroya dan sekitarnya.

Adapun pengemudi bajaj dapat menggunakan fasilitas kredit murah yaitu Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang disediakan oleh Bank Jateng untuk pembelian unit bajaj tersebut dengan bunga 7 % per tahun.

Salah seorang pengemudi sarino mengatakan bahwa dirinya sebelumnya merupakan pengemudi bentor. Namun karena kendaraan tersebut dilarang dan pemerintah memprogramkan untuk diganti dengan bajaj, sehingga dirinya mendaftarkan diri untuk memiliki kendaraan tersebut.

“Untuk cicilannya Rp. 962 ribu per bulan selama lima tahun. Berarti sehari sekitar Rp. 33 ribu. Inshaallah bisa nyicil karena bentor mau dihilangkan. Penumpang yang biasa pakai bentor bisa beralih ke bajaj,” katanya.