Bank Jateng Syariah Lakukan Sindikasi Pembiayaan Dengan PT Indah Karya (Persero)

Sebagai bagian dari motor penggerak ekonomi nasional, Bank Syariah berkomitmen untuk berkontribusi maksimal pada upaya pembangunan nasional. Bank Jateng Syariah yang diamanahi sebagai arranger untuk skema sindikasi syariah juga turut berkomitmen untuk dapat membiayai proyek Pembangunan Pabrik Plywood (Triplek), Wood Pellet (serbuk kayu), dan Wind Turbin (kincir angin), pada PT Indah Karya (Persero). Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, Hanawijaya menuturkan, Sindikasi pembiayaan syariah ini akan melibatkan tiga Bank BPD Unit Usaha Syariah (UUS) di Indonesia yang menunjukkan solidaritas hubungan antar bank BPD Syariah.

Ketiga Bank tersebut yaitu, Bank Jateng Unit Usaha Syariah, Bank Sumselbabel Unit Usaha Syariah, dan Bank Sulselbar Unit Usaha Syariah, yang masing-masing memberikan partisipan. “Pembagian partisipan yaitu PT BPD Jawa Tengah UUS sebesar Rp 86 miliar, PT BPD Sumselbabel USS sebesar Rp 21,5 miliar. Sedangkan PT BPD Sulselbar USS sebesar Rp 17,5 miliar, jadi total keseluruhan berjumlah Rp 125 miliar,” jelas Hanawijaya, pada Tribunjateng.com, Senin (13/5/2019).

Adapun pembiayaan sindikasi tersebut, bertujuan untuk mebangun ekspansi Plywood dari hutan rakyat. Selain itu, membantu petani-petani atau yang memiliki hutan pohon sengon, kemudian diproses menjadi Plywood dan di ekspor ke beberapa negara seperti Jepang dan Eropa. Daerah yang dipilih yaitu Bondowoso, karena termasuk wilayah yang tingkat pendapatan perkapitanya rendah, maka hadirnya pabrik ini, bisa membawa impact kepada kesejahteraan masyarakat sekitar, karena penggunaan bahan baku kayu sengon di wilayah cukup besar.

Hanawijaya menyebut, ketika program ini sukses pihaknya berharap bisa memindahkan di Jawa Tengah. Kemungkinan membuat kerja sama dengan perusahaan lokal di Jateng yang ingin memanfaatkan teknologi dan pasar yang sudah dimiliki. “Bank Jateng Syariah membiayai Rp 48 miliar khusus untuk Wind Turbin (kincir angin), karena Bank Jateng bekerjasama dengan badan layanan umum Kementerian Kehutanan untuk mem-backup perusahaan-perusahaan yang berbasis hutan, tapi harus ada program-program,” terangnya.

Dengan adanya kerja sama ini, pihaknya berharap ada satu project lagi di Jateng yang mirip seperti ini yaitu memanfaatkan kayu rakyat. “Sekali lagi kami menyampaikan komitmen maksimal dari Bank Jateng Syariah dan seluruh pelaku industri perbankan syariah, untuk mendukung secara konkret pembangunan operasional PT lndah Karya ini akan melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi negeri,” ungkapnya.

Direktur Utama PT Indah Karya (Persero), Nel Adianto menambahkan, pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Selain itu, dengan hadirnya proyek PT Indah Karya (Persero) tersebut, dapat menyerap tenaga kerja kurang lebih dua ribu orang.