Bank Jateng Serahkan Mobil Operasional Pajero Sport ke Unnes

Semarang – Bank Jateng menyerahkan satu unit mobil operasional Mitsubishi Pajero Sport Dakkar kepada Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai bagian dari salah satu wujud ungkapan terima kasih atas kerja sama yang telah berjalan dengan baik.

Penyerahan mobil operasional yang berlangsung di Kampus Unnes Semarang, Rabu tersebut diawali dengan penandatanganan serah terima dan penyerahan kunci mobil oleh Direktur Bisnis Korporasi dan Komersial Bank Jateng Pujiono dan diterima oleh Rektor Unnes Fathur Rokhman. “Harapan kami, penyerahan mobil operasional ini dapat bermanfaat dan menjadikan hubungan antara Bank Jateng dengan Unnes dapat semakin erat lagi,” katanya.

Pujiono menceritakan bahwa Bank Jateng Cabang Pembantu Unnes sudah beroperasi sejak tahun 1993 di Jalan Kelud Raya sampai sekarang atau genap 24 tahun memberikan pelayanan jasa keuangan dan pembiayaan kepada para dosen, staf, serta mahasiswa.

“Perkembangan Kampus Unnes semakin maju dan setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Itu menjadikan potensi pasar yang cukup besar juga bagi Bank Jateng dalam menghimpun dana dan penyaluran kredit,” katanya.

Rektor Unnes Fathur Rokhman dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas pemberian mobil operasional dari Bank Jateng dan akan dimanfaatkan untuk peningkatan layanan prima.

“Terima kasih atas dukungan Bank Jateng. Kerja sama dengan perbankan sangat penting terutama terkait sistem keuangan pengelolaan remunerasi. Unnes bahkan menjadi model dalam pengelolaan BLU se-Indonesia. Perguruan tinggi yang akan melakukan pengelolaan BLU Remunerasi, belajar ke Unnes,” katanya.

Fathur mengaku Bank Jateng sangat membantu termasuk bagi dirinya yang juga sebagai kreditur (di tahun 2013, sempat menyekolahkan SK untuk mendapatkan pinjaman dari Bank Jateng,red.), begitu juga membantu para dosen, serta bagi Unnes dalam tata kelola keuangan. “Bank Jateng sangat membantu tata kelola keuangan Unnes dan sudah tujuh tahun berturut-turut, Unnes mendapatkan predikat keuangan sehat,” demikian Fathur Rokhman.