Bank Jateng Salurkan Rp 2,016 Miliar Bantuan Pekerja

KUDUS – Sebanyak 120 ribu pekerja informal di Jawa Tengah mendapat bantuan perlindungan pekerja rentan dari Bank Jateng melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 2,016 miliar.

Bantuan sosial itu diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (16/4) sore. Dari jumlah itu, Kabupaten Kudus mendapat alokasi bantuan untuk pekerja informal sebanyak 12.320 orang dengan total nilai mencapai Rp 206 juta lebih.

Kepala Bank Jateng Cabang Kudus Heri Supriyanto mengatakan, bantuan ini merupakan stimulus dari Bank Jateng untuk mendukung kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari sektor pekerja informal.

Dengan stimulan bantuan ini, peserta diharapkan mampu melakukan pembayaran iuran sendiri atas kesadaran pribadi. Terlebih, pekerja informal penting untuk mendapat jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JK) melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Dengan pemberian bantuan perlindungan Program BPJS Ketenagakerjaan terhadap pekerja rentan ini sekaligus mendukung program BPJS Ketenagakerjaan, khususnya memberikan manfaat bagi 120 ribu pekerja rentan di wilayah Jawa Tengah,” katanya.

Lanjut Heri, Selama 2018 Bank Jateng telah menyalurkan dana bantuan sosial (CSR) mencapai Rp 17,09 miliar lebih. Bantuan sosial itu meliputi bantuan kemitraan senilai Rp 232,5 juta dan bantuan nonkemitraan senilai Rp 16,78 miliar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons positif penyaluran bantuan ini. Menurut dia, pekerja informal wajib mendapak jaminan sosial seperti JKK dan JK. “Dengan bantuan ini diharapkan memberikan manfaat bagi semuanya,” katanya.

Dalam sambutannya, ganjar juga menyampaikan Pemprov Jateng telah membuka balai latihan koperasi dan UMKM sebagai co-working space. Warga Jateng diharapkan memanfaatkan fasilitas itu sebagai tempat bersama bertukar pikiran dan mengembangkan usahanya.