Bank Jateng Raih Best BPD Award 2020 dari Warta Ekonomi

JAKARTA – Bank Jateng meraih penghargaan Excellent Financial Performance of Indonesia Best BPD Award 2020 dari Warta Ekonomi untuk kategori Optimizing Financial Digitization and Accelerating Service Access through Socialization of CMS. Predikat tersebut diberikan karena PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) dianggap mampu mengoptimalkan layanan keuangan digital dan melakukan percepatan akses layanannya dengan dukungan CMS (Cash Management System) yang dipakainya.

Pemberian penghargaan yang dikemas dalam acara e-awarding Indonesia Best BPD Award 2020 yang mengangkat tema “Business Acceleration Toward A Better and Continuous Regional Development” dilakukan secara online, Jumat (27/11/2020). Direktur Eksekutif Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Wimran Ismaun, menuturkan acara tersebut diselenggarakan Warta Ekonomi.

Dia berharap, pemberian penghargaan ini bisa mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang ada, untuk meningkatkan kinerja bisnisnya, lebih mengembangkan inovasi produk serta jasa, mengembangkan sinergi, serta menguatkan integrasi bisnis dalam berkontribusi demi kemajuan ekonomi di daerah masing-masing. “Semoga penghargaan ini juga makin meningkatkan kinerja terbaik dari masing-masing BPD dan dapat memacu semangat seluruh pegawai dan stakeholder,” harapnya.

Untuk diketahui, dalam menetapkan Indonesia Best BPD Award 2020 Tim Peneliti Warta Ekonomi selain menggunakan pendekatan desk research deskriptif kuantitatif berdasarkan laporan keuangan tahun 2019 yang dikeluarkan perusahaan, juga menggunakan metode media monitoring.

Penggunaan metode media monitoring menjadikan penghargaan ini memiliki obyektivitas tinggi mengingat materi pemberitaan media yang dimonitor adalah informasi yang beredar di publik secara bebas dan merupakan salah satu bahan sejarah kontemporer yang bisa dipercaya. Karena itu, pemakaian monitoring media untuk menilai kebijakan strategis perusahaan dalam melakukan inovasi produk ataupun jasa, memantau strategi bisnis, langkah integrasi, ataupun ekspansinya dilakukan secara transparan menjadi sangat relevan.

Semua pihak yang berminat, bisa melakukan pelacakan (tracking) dan penelusuran (tracing) atas hasil yang diperoleh Tim Penilai. Dengan begitu, pemberian penghargaan ini menjadi fair, adil, bagi semua lembaga keuangan yang dinilai.

Dalam kesempatan tersebut Pendiri sekaligus Presiden Komisaris Warta Ekonomi, Fadel Muhammad, mengatakan kalau BPD punya peranan yang sangat penting mengingat keberadaannya dekat dengan masyarakat. “Kita perlu memberikan perhatian lebih kepada BPD. Saya bertugas di MPR sebagai wakil ketua (DPD) telah membicarakan hal ini dengan Menteri Keuangan agar ada fund khusus, ada dana khusus untuk membantu BPD,” ujar Fadel Muhammad yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) MPR RI ini.

Menurut Fadel, dana khusus dari pemerintah pusat untuk BPD se-Indonesia merupakan hal yang wajar. Pasalnya, selama ini BPD memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi di daerah-daerah.

Data yang ada di Asbanda menyebutkan, secara keseluruhan per Agustus 2020 total aset BPD telah mencapai Rp 772,58 triliun, atau meningkat sebesar 10,46% dibandingkan posisi Agustus 2019 sebesar Rp 699,43 triliun. Tahun ini posisi kredit BPD juga tumbuh 7,14% menjadi Rp 476,93 triliun, sementara di posisi Agustus 2019 nilainya Rp 445 triliun.
Pertumbuhan juga terjadi pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BPD seIndonesia, yang pada Agustus 2020 meningkat sebesar 12,07% year-on-year. Saat ini ada 27 BPD, dimana 3 BPD masuk dalam BUKU I, sementara BUKU II dan BUKU III masing-masing sebanyak 20 dan 4 BPD. Bank Jateng sendiri saat ini berada di BUKU III dan tengah bersiap masuk BUKU IV. **