Bank Jateng Peroleh Penghargaan Sebagai Bank Terbaik 2021

SEMARANG – Bank Jateng di tengah pandemi COVID-19 saat ini tetap mempertahankan kinerja positifnya salah satu buktinya berhasil memperoleh penghargaan sebagai Bank Terbaik 2021 dengan kategori Bank Pembangunan Daerah dengan modal inti Rp5 triliun-Rp30 triliun.

“Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT di tengah pandemi COVID-19, Bank Jateng masih bisa menorehkan prestasi menjadi Bank Terbaik tahun 2021. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Majalah Investor, Berita Satu Media Holding, dan dewan juri atas penghargaan yang dipercayakan kepada kami,” kata Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng Ony Suharsono.

Ony mengatakan penghargaan tersebut merupakan kehormatan dan penyemangat bagi Bank Jateng untuk tetap optimis dan mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan meningkatkan kinerja bisnis, mengembangkan inovasi produk, jasa, serta mengembangkan sinergi dan menguatkan integrasi bisnis demi kemajuan ekonomi.

“Penghargaan ini memberikan energi dan motivasi kepada kami untuk terus bekerja keras dan cerdas dalam meningkatkan fungsi Bank Jateng dalam perekonomian daerah. Sebagai bank regional salah satu fungsi kami adalah meningkatkan perekonomian daerah khususnya Jawa Tengah,” kata Ony.

Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno menambahkan penghargaan tersebut juga merupakan apresiasi atas kinerja seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Supriyatno menjelaskan kinerja Bank Jateng tetap tumbuh pada semester 1 tahun 2021, tercermin dari aset Bank Jateng yang mengalami pertumbuhan 12,21 persen (yoy) atau sebesar Rp81,45 triliun.

Pertumbuhan tersebut didukung dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp67,81 triliun dengan pertumbuhan sebesar 17,18 persen (yoy) dan penyaluran kredit mencapai Rp51,89 triliun atau tumbuh 4,88 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan nasional sebesar 0,59 persen.

“Kami melihat pertumbuhan kredit tersebut masih di atas Jateng dan nasional, artinya, eksisting debitur kita masih cukup mempunyai produktivitas yang tinggi dan ini harus dijaga,” kata Supriyatno.

Pertumbuhan kredit Bank Jateng, lanjut Supriyatno, utamanya ditopang oleh pertumbuhan kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tercatat tumbuh sebesar 16,42 persen (yoy) dengan porsi kredit UMKM mencapai lebih dari 25 persen dari total kredit Bank Jateng.

Sementara itu laba usaha selama enam bulan terakhir dilaporkan mencapai Rp1,09 triliun atau tumbuh sebesar 16,09 persen (yoy) dan hingga akhir Juli, laba usaha mencapai Rp1,3 triliun.

Untuk rasio penyaluran kredit terhadap DPK atau loan to deposit ratio (LDR) berada pada kisaran 76,52 persen; rasio current account saving account (CASA) mencapai 54,01 persen.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para nasabah, pemegang saham, otoritas, dan masyarakat atas kepercayaannya, sehingga kinerja perseroan tetap mampu tumbuh positif,” tutup Supriyatno.