Bank Jateng Optimalkan Host To Host Dengan Perguruan Tinggi

Bank Jateng berupaya untuk menyempurnakan sistem pendukung untuk Host to Host (H2H) agar civitas academica di pendidikan tinggi yang bekerjasama dengan Bank Jateng mendapatkan manfaat dan pelayanan yang lebih baik. Penyempurnaan dan optimalisasi H2H Edukasi diarahkan ke pemanfaatan teknologi digital sesuai tuntutan zamannya.

Saat ini tidak kurang dari 35 lembaga pendidikan tinggi dan menengah yang menjadi Mitra H2H Bank Jateng. Di antaranya terdapat universitas negeri dan perguruan tinggi swasta ternama. Di kalangan PTN (Perguruan Tinggi Negeri) ada Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Negeri Tidar Magelang, Polines Undip Semarang, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dan IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Surakarta.

Untuk  perguruan tinggi swasta (PTS) yang bekerja sama ada Universitas Islam Sultan Agung (Unisula) Semarang, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Univ Stikubank Semarang, UPGRIS Semarang, Univ Muhammadiyah Surakarta, Univ Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Univ Panca Sakti Tegal, Univ Wijaya Kusuma Purwokerto, Univ Muria Kudus dan beberapa universitas swasta lainnya.

Direktur Operasional dan Digital Banking Bank Jateng, Rahadi Widayanto, mengungkapkan strategi yang dilakukan saat ini adalah mengoptimalkan kerja sama yang ada agar kualitas dan kelengkapan layanan yang bisa diberikan lebih maksimal. Artinya, yang dilakukan adalah mengoptimalkan kerja sama yang ada agar masing-masing pihak mendapat benefit yang lebih banyak.

Layanan host to host adalah transfer data otomatis dua arah dengan operasionalisasi online banking volume tinggi, sehingga secara otomatis dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan. Produk ini diluncurkan pertama kali tahun 2015 untuk melayani pembayaran pajak dan retribusi daerah sehingga pembayaran lebih mudah dilakukan dan pemerintah mendapatkan laporan real time kondisi keuangannya.

Model layanan H2H kemudian juga dikembangkan untuk lembaga pendidikan, khususnya untuk universitas, politeknik dan sekolah tinggi yang menjadi mitra Bank Jateng. Layanan ini selain memudahkan pembayaran dan akses laporan real time, juga menunjang program pemerintah untuk mengurangi transaksi tunai. Secara teknis fitur layanan selain tetap menerima layanan konvensional di kantor operasional, juga bisa dilakukan melalui ATM, mesin EDC (Electronic Data Capture) dan laku pandai.

Menurut Wiwid, panggilan akrab Rahadi Widayanto, kini kerja sama  H2H dengan lembaga pendidikan tinggi juga didukung dengan digital payment seperti Internet Banking, Mobile Banking, Digital Wallet dan SMS Banking. Namun untuk menerapkannya, akan dilihat urgensi di masing-masing Mitra H2H yang ada. “Kita sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing universitas yang menjadi mitra,”kata dia, Selasa (6/10/2020).

Ditanya mengenai rencana menambah mitra, dia mengaku saat ini lebih memprioritaskan optimalisasi dulu. Pasalnya, sudah banyak perguruan tinggi yang menjadi mitra H2H Bank Jateng yang jumlah mahasiswanya sangat banyak, bahkan untuk yang masukkategori di atas 10 ribu lebih dari 10 universitas. “Kita optimalkan dulu sampai maksimal. Setelah itu, baru kita lakukan ekspansi,” ujarnya.

Perkembangan status Kota Semarang yang kini makin identik sebagai “Kota Pendidikan Tinggi”,  menurut dia adalah berkah yang patut disyukuri karena menandakan kota dimana kantor pusat Bank Jateng berada telah berkembang baik. Status Semarang kini bukan hanya kota dagang dan kota industry, tapi kota pendididikan. Banyaknya lembaga pendidikan tinggi yang ada, dan makin tingginya minat kuliah di Semarang, menjadi peluang yang menarik untuk dilayani Bank Jateng. **