Bank Jateng Himpun Dana Masyarakat Rp 45,11 Triliun

Kinerja Bank Jateng sampai akhir 2018 mengalami peningkatan. Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Bank Jateng mencapai Rp 45,11 triliun atau tumbuh 1,06% secara year on year. Sedangkan jumlah kredit dan pembiayaan yang disalurkan kepada masyarakat mencapai Rp 45,89 triliun atau tumbuh 8,13 % secara year on year.

Direktur Keuangan Bank Jateng Dwi Agus Pramudya mengatakan, dana masyarakay yang dihimpun oleh Bank Jateng diputar kembali dalam bentuk kredit untuk pembiayaan sektor usaha produktif di Jawa Jateng yang berdampak pada peningkatan usaha masyarakat dan perekonomian daerah. Selain itu juga kredit bagi pegawai yang bertujuan untuk ikut mendukung peningkatan kesejahteraan pegawai.

“Adapun laba usaha sebelum pajak sampai akhir Desember 2018 mencapai Rp 1,746 triliun atau lebih besar 6,04 % dari rencana,” ujar Dwi Agus Pramudya  saat peresmian Kantor Cabang Pembantu (KCP) Ayah, Kebumen, Senin (28/1).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan untaian bunga melati oleh Wakil Bupati KH Yazid Mahfudz. Turut hadir Kepala Divisi Umum Bank Jateng Joko Sudiatmo, Kepala Cabang Koordinator Magelang Heri Nunggal Supriyadi dan Pemimpin Cabang Kebumen Parmono. Hadir pula Dandim 0709 Letkol Inf Zamril Piliang, Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede, jajaran pejabat di Pemkab Kebumen, Muspika Ayah dan sekitarnya.

Kepercayaan Masyarakat

Dwi Agus Pramudya menambahkan, total aset Bank Jateng mencapai Rp 66,62 triliun atau tumbuh 8,39% secara year on year. Pencapaian kinerja yang baik itu tidak lepas dari kepercayaan dan dukungan masyarakat serta stakeholder termasuk pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Jateng.

Pihaknya berterima kasih karena mendapatkan kepercayaan untuk mengelola keuangan daerah termasuk di  Kebumen. Pasalnya, hasil usaha yang diperoleh Bank Jateng akan dikembalikan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik berupa jasa giro kas daerah maupun deviden yang dari tahun ke tahun meningkat.

Modal Pemkab Kebumen tercatat tahun 2018 sebesar Rp 35,779 miliar dan deviden yang diterima Rp 4,9 miliar. Sedangkan permodalan tahun 2019 meningkat menjadi Rp 42,779 miliar dan estimasi deviden sebesar Rp 7 miliar.

“Dalam menunjang terwujudnya fungsi Bank Jateng sebagai bank pembangunan, kami selalu mendorong agar setiap kantor cabang mampu berkiprah mendukung kebijakan pemkab/pemkot dalam membangun wilayahnya. Sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat sejalan dengan tumbuhnya perekonomian daerah,” ujarnya.