Bank Jateng Gandeng Kadin Kota Semarang Giatkan Ekspor Produk UMKM

Bank Jateng menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Semarang mencari terobosan untuk menggiatkan ekspor produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dari Jawa Tengah agar mampu berkontribusi terhadap perekonomian wilayah. Upaya tersebut diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menemukan Peluang Ekspor di Era Normal Baru“.

FGD yang digelar di Gumaya Tower Hotel Semarang ini, diikuti oleh sedikitnya 60 pelaku UMKM di Jateng, dimana 17 pelaku UMKM yang hadir di antaranya sudah menjadi nasabah dari Bank Jateng. Hadir juga beberapa Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno, Direktur Keuangan Bank Jateng Dwi Agus Pramudya, Ketua Kadin Daerah Jawa Tengah Kukrit Suryo Wicaksono serta Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara.

Dirut Bank Jateng, Supriyatno, dalam sambutannya berharap kegiatan ini bisa memberi manfaat bagi para pelaku UMKM, serta menumbuhkan sinergi yang baik antara Bank Jateng dengan para pelaku UMKM. “Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM dapat memetik hasil yang baik hingga nanti dapat melakukan action langsung melalui kegiatan ekspor,” kata pria yang akrab disapa dengan Pak Nano ini.

Menurut dia, produk pelaku UMKM di Jateng termasuk di Kota Semarang memiliki keunggulan dan mampu bersaing dengan produk-produk dari negara lain. Dari data yang ada disebutkan bahwa di antara para pelaku UMKM yang hadir, sebagian besar sudah memiliki produk-produk siap ekspor, namun memiliki kendala tata cara pengiriman ke luar negeri.

Para pelaku yang produknya sudah siap ekspor, seperti UMKM produsen makanan dan minuman, barang-barang kerajinan serta furniture yang banyak diminati negara-negara Eropa, Australia dan Afrika. Saat ini, potensi pasar produk UMKM Jateng yang terbesar adaah Australia, disusul kemudian Eropa dan Afrika.

Pada masa pandemi, pemerintah melakukan beberapa langkah strategis untuk mememulihkan perekonomian nasional. Yang pertama adalah meningkatkan ekspor barang. Kedua, pemerintah melakukan belanja besar-besaran agar permintaan dalam negeri meningkat dan dunia usaha tergerak untuk berinvestasi. “Yang ketiga, pemerintah menyiapkan berbagai program untuk mendorong UMKM bergeliat kembali, salah satunya dengan program kredit berbunga rendah bagi para pengusaha,” ungkap pria yang akrab dipanggil Pak Nano ini.

Yang pasti, di masa pandemi ini peluang ekspor dari Indonesia justru semakin besar mengingat potensi sumber daya yang ada negeri kita, sementara adanya kendala yang dihadapi pelaku UMKM harus dicari solusinya. “Karena itu ada kegiatan FGD hari ini kami turut menghadirkan teman-teman dari Bea Cukai, Pelindo dan Free Trade Agreement Center untuk membedah permasalahan-permasalahan yang dialami para pelaku UMKM saat melakukan ekspor,” katanya.

Sementara itu Direktur Keuangan Bank Jateng, Dwi Agus Pramudya, menuturkan kegiatan ini merupakan upaya dari Bank Jateng untuk berkontribusi dalam peningkatan kegiatan ekonomi di Jateng, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan ekspor. “Nantinya peran Bank Jateng sendiri akan memberikan fasilitas perbankan kepada pelaku UMKM, seperti layanan transaksi devisanya atau memberikan kredit dan sebagainya,” kata Dwi Agus, Sabtu (7/11/2020).

Adapun mengenai kondisi new normal, menurut Dwi Agus, harus dilihat sebagai peluang, bukan ancaman. Sebagai tindak lanjut FGD, dia berjanji akan mengajak Kadin dan FTA Center untuk memberikan pendampingan teknis kepada para pelaku UMKM dalam mempersiapkan ekspor produknya. **