Bank Jateng Dukung Pemasaran Produk Pertanian Purbalingga Melalui Medsos

PURBALINGGA – Banknya Orang Jawa Tengah mendukung upaya pemasaran produk pertanian masyarakat di Kabupaten Purbalingga melalui media sosial dengan memberikan bantuan 65 unit handphone yang akan dipakai petugas pemerintah daerah mempublikasikan hasil pertanian yang ada. Selain mempromosikan produk pertanian, perangkat handphone tersebut juga akan dipakai untuk mempromosikan obyek wisata yang ada di Purbalingga melalui medsos.

Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana SH MSi, seusai menerima bantuan handphone dari Bank Jateng di Pringgitan Pendapa Dipokusumo, Rabu (2/12/2020), mengungkapkan kegembiraannya. Bantuan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah itu seperti menjawab mimpinya untuk bisa mempromosikan potensi Kabupaten Purbalingga secara masif.

Sarwa Pramana mengatakan, sektor pertanian dan pariwisata merupakan potensi yang dimiliki Purbalingga dan sangat potensial untuk dikembangkan. Persoalannya, potensi tersebut tidak terpublikasikan dengan baik oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang membidanginya. Petugas di OPD yang seharusnya memposting secara aktif sesuai tugas pokok dan fungsinya, terkendala peralatan.

Kini, dengan bantuan 65 unit HP dari Bank Jateng, masing-masing OPD diharapkan bisa memperbaiki dan mempercepat pelayanan, serta mampu mempromosikan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Purbalingga secara cepat. Promosi potensi melalui medsos, dipastikan akan berimbas pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Mimpi saya terwujud atas dukungan Bank Jateng. Mimpi saya sederhana, karena pertanian dan objek wisata di Purbalingga luar biasa, tetapi tidak di-explore secara besar-besaran oleh OPD yang membidangi. Dengan HP yang dipegang OPD akan mempercepat pelayanan dan tereksplor potensi Purbalingga,” kata Sarwa.

Dia berharap, setelah mendapatkan HP setiap OPD menyadari bahwa alat tersebut merupakan fasilitas negara yang harus dimanfaatkan sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi). Khususnya untuk berkomunikasi dalam pelayanan publik, dan mempromosikan potensi yang ada di dalam cakupan tugas, utamanya promosi produk pertanian, pariwisata dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Intinya, pelayanan kepada masyarakat tetap harus menjadi prioritas, meskipun melalui media sosial.

Sebenarnya Kabupaten Purbalingga sudah memiliki aplikasi “Matur Bupati” untuk menampung keluhan dan persoalan yang ada di masyarakat agar bisa diketahui secara cepat. Sayangnya, aplikasi ini belum mampu merespon secara 24 jam keluhan yang masuk.

Program digital lain yang memakai teknologi informs adalah penerapan kebijakan tanpa kertas (paperless) serta TNDE (Tata Naskah Dinas Elektronik). “Kalau ini bisa dilakukan lebih baik lagi, tidak ada lagi penumpukkan berkas di meja pimpinan. Kedepan harus dirintis lagi menyediakan server yang cukup untuk dapat membuat TNDE dan paperless,” harap dia.

Acara serah-terima bantuan handphone dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dilakukan oleh Pimpinan Bank Jateng Cabang Purbalingga, Sumardi Aji Prabowo, kepada Sekda Purbalingga, Wahyu Kontardi SH.**