Bank Jateng Dekatkan Nasabah Ke Pasar Rusia

Semarang – Bank Jateng terus berusaha memberikan yang terbaik kepada nasabah salah satunya dengan mendekatkan para nasabah yang merupakan pelaku UMKM dan pengusaha besar/kecil ke pasar Rusia.

“Rusia merupakan negara besar dan sekarang sedang tumbuh. Kebutuhan-kebutuhan diimpor sepertii makanan, buah-buahan termasuk furniture. Kenapa itu tidak dimanfaatkan para pelaku usaha Jateng,” kata Dirut Bank Jateng Supriyatno pada acara UMKM dan Pengusaha Gathering di salah satu hotel di Semarang, Minggu.

Dalam pertemuan tersebut menghadirkan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Mohamad Wahid Supriyadi beserta tim seperti atase perdagangan yang menjelaskan lebih teknis mengenai potensi pasar Rusia kepada 30 pelaku UMKM dan pengusaha yang hadir.

Supriyatno menjelaskan tidak hanya pemahaman mengenai peluang pasar Rusia, dalam pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan peta UMKM dan pengusaha serta produknya yang akan dipasarkan di Rusia.

“UMKM dan para pengusaha dikumpulkan setidaknya mereka sadar dan tertarik terhadap peluang pasar Rusia, termasuk untuk mengetahui seberapa besar dan produk jenis apa saja yang akan dijual di pasar Rusia,” katanya.

Supriyanto menegaskan bahwa Bank Jateng siap memfasilitasi para nasabah untuk kredit produktif dan tahun ini pos kredit produktif sebesar Rp45 triliun (termasuk untuk mereka yang akan menjajaki pasar Rusia karena mereka merupakan nasabah Bank Jateng).

Dalam kesempatan tersebut Duta Besar Indonesia untuk Rusia Mohamad Wahid Supriyadi menambahkan bahwa ada kesempatan untuk megenalkan potensi bisnis Indonesia ke Rusia tepatnya pada kegiatan Festival Indonesia yang akan digelar 1-4 Agustus 2019.

“Kegiatan tahunan yang dimulai tahun 2016 tersebut akan diawali dengan Businees Forum (yang akan menghadirkan para importir, sehingga para pelaku UMKM dan pengusaha dari Indonesia dapat bertemu langsung dengan para importir,” kata Wahid.

Wahid menjelaskan berdasarkan Festival Indonesia tahun-tahun sebelumnya, produk Indonesia seperti makanan, tekstil (busana muslim dan mode), dan buah-buahan sangat diminati. Dalam kesempatan tersebut sejumlah pengusaha dan UMKM diberikan kesempatan bertanya dan mendapat respon banyak dari pelaku UMKM dan pengusaha yang menanyakan mengenai potensi bisnis seperti furniture, anyaman enceng gondok, dan pertanian.