Bank Indonesia menerbitkan ketentuan mengenai transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF)

  • Bank Indonesia menerbitkan ketentuan mengenai transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam rangka mendukung upaya meningkatkan stabilitas nilai tukar Rupiah, mempercepat pendalaman pasar valuta asing domestik dan memitigasi risiko nilai tukar rupiah. Penerbitan ketentuan ini ditujukan untuk memberikan alternatif bagi pelaku ekonomi dalam melakukan lindung nilai di pasar valuta asing domestik, melengkapi instrumen lindung nilai yang sudah ada saat ini. Hal ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan keyakinan bagi eksportir, importir serta investor dalam melakukan kegiatan ekonomi dan investasi melalui kemudahan transaksi lindung nilai terhadap risiko nilai tukar rupiah. Ketentuan yang mengatur mengenai transaksi Domestic Non-Deliverable Forward  (transaksi DNDF) ini dituangkan dalam PBI No. 20/10/PBI/2018 tentang Transaksi Domestic Non-Deliverable Forward. Melalui penerbitan ketentuan ini, pelaku ekonomi yang memiliki risiko nilai tukar rupiah dapat melakukan transaksi DNDF untuk keperluan lindung nilai. Sebelum aturan ini diterbitkan, transaksi forward dilakukan melalui pemindahan dana pokok secara penuh. Dengan terbitnya ketentuan ini, pelaku pasar yang memiliki underlying transaksi tertentu dapat melakukan transaksi DNDF yaitu transaksi derivatif valuta asing terhadap rupiah yang standar (plain vanilla) berupa transaksi forward dengan mekanisme fixing yang dilakukan di pasar domestik. Mekanisme fixing adalah mekanisme penyelesaian transaksi tanpa pergerakan dana pokok dengan cara menghitung selisih antara kurs transaksi forward dan kurs acuan\pada tanggal tertentu yang telah ditetapkan di dalam kontrak (fixing date). Kurs acuannya menggunakan JISDOR untuk mata uang dollar AS terhadap rupiah dan Kurs Tengah Transaksi BI untuk mata uang non-dollar AS terhadap rupiah. Penyelesaian transaksi DNDF tersebut wajib dilakukan dalam mata uang Rupiah. Sebagai bentuk mitigasi risiko, perbankan domestik wajib menerapkan manajemen risiko sesuai aturan otoritas terkait, memberikan edukasi bagi nasabah dan menerapkan prinsip-prinsip perlindungan konsumen. Ketentuan ini berlaku efektif pada saat diterbitkan.
  • Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada Agustus 2018. Posisi M2 tercatat Rp5.529,0 triliun atau tumbuh 5,9% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 6,4% (yoy). Perlambatan pertumbuhan M2 dipengaruhi oleh komponen uang kuasi yang tumbuh melambat dari 6,2% (yoy) pada Juli 2018 menjadi 5,2% (yoy) pada Agustus 2018. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan yang juga melambat dari 6,4% (yoy) pada Juli 2018 menjadi 6,3% (yoy) pada Agustus 2018. Di sisi lain, pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) pada Agustus 2018 tumbuh 8,6% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 7,0% (yoy). Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 disebabkan oleh kontraksi operasi keuangan Pemerintah Pusat (Pempus). Hal ini tercermin dari tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang terkontraksi 2,9% (yoy), berbalik arah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh positif sebesar 5,3% (yoy). Sementara itu, pertumbuhan aktiva luar negeri bersih masih mengalami kontraksi sebesar 1,7% (yoy) pada Agustus 2018, membaik dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 2,5% (yoy). Namun, perlambatan pertumbuhan M2 tertahan oleh penyaluran kredit yang tumbuh meningkat. Kredit yang disalurkan perbankan pada Agustus 2018 tercatat Rp5.052,1 triliun atau tumbuh 11,9% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 11,2% (yoy). Transmisi peningkatan suku bunga kebijakan Bank Indonesia terlihat pada kenaikan suku bunga simpanan, sementara dampaknya terhadap suku bunga kredit masih belum terlihat. Transmisi kebijakan Bank Indonesia terhadap suku bunga simpanan tercermin dari kenaikan suku bunga simpanan berjangka untuk sebagian besar tenor. Suku bunga simpanan dengan tenor 1, 3, dan 6 bulan pada Agustus 2018 masing-masing tercatat sebesar 6,20%, 6,12%, dan 6,37%, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,01%, 5,99%, dan 6,29%. Di sisi lain, rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada Agustus 2018 mengalami penurunan menjadi 10,94%, atau lebih rendah 10 basis poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

EKONOMI GLOBAL

  • Penguatan dollar masih berlanjut pada hari Jumat, terlihat dari indeks dollar yang naik ke level tertinggi dua pekan. Meski demikian di saat yang sama emas masih mampu menguat dan mengakhiri penurunan dua hari beruntun pasca kenaikan suku bunga The Fed. Penguatan emas berpotensi berlanjut pada hari ini jika data indeks aktivitas manufaktur AS pada pukul 21:00 WIB dirilis lebih rendah dari perkiraan. Selain itu data aktivitas manufaktur Inggris pada pukul 15:30 WIB juga akan menggerakkan GBPUSD.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang menguat ke area 1198 jika mampu menembus dan bergerak konsisten di atas level 1190. Support terdekat berada di kisaran 1185.

Minyak Mentah

Setelah menembus ke atas level 73.00, harga minyak mentah berpeluang besar melanjutkan penguatan ke area 74.20 selema tidak menembus ke bawah level 73.00.

EURUSD

EURUSD masih mendapat sentimen negatif dari keputusan anggaran belanja Italia yang berlawanan dengan saran Komisi Eropa, serta melambatnya core inflation zona euro. Jika tertahan di bawah level 1.1600, EURUSD berpotensi turun ke area 1.1540.

GBPUSD

Jika data aktivitas manufaktur Inggris dirilis lebih rendah dari ekspektasi, GBPUSD berpeluang turun ke area 1.2950. Meski demikian selama tidak menembus ke bawah level psikologis 1.3000 GBPUSD masih berpeluang naik ke area 1.3110.

USDJPY

Selisih suku bunga di AS dengan Jepang yang semakin lebar serta pulihnya minat terhadap risiko pelaku pasar berpeluang membawa USDJPY naik. Jika mampu menembus level 114.00, USDJPY berpeluang ke area 114.30. Sementara jika gagal menembus 114.00, USDJPY kemungkinan turun ke area 113.30 akibat aksi profit taking melihat posisi saat ini di level tertinggi 9 bulan.

AUDUSD

Kenaikan harga-harga komoditas ekspor Australia menjadi sentimen positif bagi AUDUSD. Selama tidak menembus ke bawah level 0.7190, AUDUSD berpeluang naik ke area 0.7265.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 01/10/2018 pukul 10.14 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.