Awal pekan keempat, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat

  • Awal pekan keempat, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,13% di level 229,7292. Dua indeks return lainnya turut bergerak rebound. INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) naik +0,13% ke level 224,8807; dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,13% ke level 253,8952. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) kemarin bergerak Rata-rata yield pada seluruh tenor (1-30tahun) naik sebesar +0,19bps. Rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan menengah (5-7tahun) berhasil bullish dengan rata-rata yield masing-masing turun sebesar –3,92bps dan –0,63bps. Sementara rata-rata yield tenor panjang (>7tahun) naik +1,01bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin ditutup positif yakni turun –0,0149poin ke level 8,6372. Senada dengan sesi siangnya, harga ketiga seri SUN benchmark (FR0063, FR0064, FR0065) ditutup menguat pada kisaran +9,63bps hingga +24,73bps. Sementara harga FR0075 turun tipis sebesar –0,43bps. Harga SBN tipe FR dan ORI juga mulai bergerak mixed dengan rata-rata harga naik +2,21bps. Sementara rata-rata harga SUN benchmark kemarin ditutup menguat +12,59bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup di level 104,9623 (naik +0,06% dari penutupan Jumat). Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi masih tampak sepi. Total frekuensi turun –20,99% dari 467 kali menjadi 369 kali, dan total volume turun –18,56% dari Rp6,72tn menjadi Rp5,47tn. Sepinya transaksi lebih dialami seri-seri SUN tenor pendek dan menengah dengan akumulasi penurunan volume pada kedua tenor tersebut sebesar Rp1,22tn. Total volume terbesar pada transaksi SBN kemarin tercatat sebesar Rp1,10tn oleh seri FR0063. Sementara frekuensi teraktif dicatatkan FR0072 sebanyak 61 kali. Untuk transaksi obligasi korporasi, total volume terbesar dan frekuensi teraktif dicatatkan oleh 1 seri yang sama yakni FIFA03ACN4 dengan 8 kali transaksi dan total nilai Rp263miliar. Pasar obligasi domestik mengawali pekan ini dengan performa positif yang terpicu oleh faktor trading. Harga SUN benchmark didominasi menguat, dan tingkat imbal hasil SBN mulai bergerak mixed sehingga menopang penguatan ICBI. Meski demikian, belum adanya sentimen baru yang dominan ditengah maraknya aksi wait and see hasil RDG-BI, pidato gubernur beberapa Bank Sentral, dan rencana rilis GDP AS akhir pekan ini turut mempengaruhi minat investor untuk bertransaksi di pasar sekunder obligasi. Sepinya transaksi diprediksi masih akan berlanjut hingga perdagangan siang ini sejalan dengan adanya pelaksanaan lelang SBN. Pemerintah hari ini kembali akan melaksanakan lelang SBN dengan target indikatif sebesar Rp10,00tn dan nilai maksimal Rp20,00tn. Terdapat 1 seri new issuance yang ditawarkan yakni seri SPN tenor 3-bulan (SPN03190124). Pada perdagangan hari ini, pasar obligasi domestik berpotensi bergerak mendatar. Aktivitas pasar sekunder obligasi diprediksi masih akan sepi dengan adanya pelaksanaan lelang SBN hari ini dan wait and see hasil RDG-BI yang menurut konsensus BI masih akan menahan suku bunga acuannya.
  • Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru cenderung melambat pada triwulan III-2018. Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru triwulan III 2018 yang turun menjadi 21,2%, dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 90,3%. Perlambatan pertumbuhan kredit baru tersebut bersumber dari semua jenis penggunaan kredit, baik modal kerja, investasi, maupun konsumsi. Ke depan, hasil survei mengindikasikan pertumbuhan kredit baru akan kembali meningkat pada triwulan IV 2018, tercermin dari SBT kredit baru yang meningkat menjadi 94,8%. Peningkatan kredit pada triwulan IV 2018 didorong oleh tingginya optimisme responden seiring pertumbuhan ekonomi yang masih kuat, risiko penyaluran kredit yang rendah, dan rasio kecukupan modal yang meningkat. Perkiraan meningkatnya pertumbuhan kredit pada triwulan IV 2018 juga disertai standar penyaluran kredit yang akan lebih ketat. Hal ini tercermin dari Indeks Lending Standard sebesar 17,7%, lebih tinggi dari 3,8% pada periode sebelumnya. Pengetatan penyaluran kredit terutama akan dilakukan terhadap kredit investasi dan kredit modal kerja, yaitu pada aspek plafon kredit, premi kredit yang berisiko dan jangka waktu pemberian kredit. Di sisi lain, kebijakan penyaluran kredit konsumsi terindikasi masih relatif longgar, terutama pada kredit kepemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) seiring kebijakan Bank Indonesia terkait relaksasi Loan To Value (LTV) kredit/pembiayaan perumahan. Hasil survei mengindikasikan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2018. Rata-rata responden memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2018 akan mencapai 11,5%, lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit 2017 sebesar 8,2%. Optimisme tersebut didorong oleh perkiraan pertumbuhan ekonomi yang membaik pada 2018, dan risiko penyaluran kredit yang menurun 

EKONOMI GLOBAL

 

  • Kematian Khashoggi telah menyebabkan kritik global terhadap Arab Saudi dan telah mengirimkan efek riak di seluruh pasar global. Pekan lalu, investor asing dilaporkan membuang lebih dari $ 1 miliar saham Saudi. Sementara itu, perang perdagangan AS-Cina tetap menjadi fokus untuk pasar. Seorang pejabat Cina mengatakan kepada para investor Amerika pada pertemuan bahwa Beijing tidak “takut” akan perang dagang dengan Washington. Pasar akan mendapatkan katalis dari Pidato dua pejabat RBA Bullock dan Debelle, selain itu data Core CPI Jepang akan menjadi mover pergerakan pasangan USDJPY.

Potensi pergerakan

EMAS

Dalam jangka pendek harga emas berpotensi bergerak menguji level resisten di 1227 – 1229 setelah sebelumnya tertekan oleh penguatan dolar yang didukung oleh pelemahan Euro dan Pound karena kekhawatiran akan negosiasi Brexit.

MINYAK

Harga minyak berpotensi melamah menguji level support di 67.95 -67.45 karena kenaikan cadangan mingguan kelima minyak AS. Namun penurunan ini terbatasi oleh ketegangan geopolitik AS-Arab Saudi tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, kegagalan menembus support berpeluang menopang minyak menguji resisten di 70.90 – 80.30.

EURUSD

EURUSD berpeluang menguji level support di 1.1405 – 1.1380 karena foksu investor pada kemungkinan ketidakpastian politik lebih lanjut di Eropa atas rencana pengeluaran Italia, resisten EURUSD berada di level 1.1510 – 1.1530.

GBPUSD

Theresa May pada hari Senin mengatakan bahwa 95 persen dari kesepakatan Brexit Inggris telah disetujui tetapi mengulangi penentangannya terhadap proposal Uni Eropa untuk perbatasan Irlandia, hal ini berpeluang menekan GBPUSD menguji support 1.2880 – 1.2850 dalam jangka pendek.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak turun menguji level support di 112.50 – 112.30 jika dalam rilis data inflasi Jepang nanti dilaporkan lebih baik dari estimasi. Yen juga didukung oleh ketegangan geopolitik AS-Arab Saudi dan Kekhawatiran perang dagang AS-China.

AUDUSD

AUDUSD akan mendapatkan katalis dari dua pejabat RBA yaitu Debelle dan Bullock, jika dalam pidatonya kedua pejabat RBA mengeluarkan nada yang lebih dovish maka hal ini akan semakin menekan AUDUSD menguji support di 0.7045 – 0.7030.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 23/10/2018 pukul 1.10WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya