Awal pekan ini, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat tipis

  • Awal pekan ini, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat tipis +0,07% di level 237,5196. Sama halnya dengan dua indeks return lainnya, INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) yang masing-masing naik sebesar +0,07% ke level 232,9317 dan +0,08% ke level 259,6119. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak mixed dengan rata-rata yield pada seluruh tenor (1-30tahun) turun tipis –0,13bps. Rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan menengah (5-7tahun) masing-masing naik sebesar +0,45bps dan +0,01bps. Sementara rata-rata yield tenor panjang (>7tahun) turun sebesar –0,25bps. INDOBeXG-Effective Yield pada sesi end of day Senin berada di level 8,1691 (+0,0016poin). Harga seluruh seri SUN benchmark ditutup melemah pada rentang –4,86bps (FR0063) hingga –25,05bps (FR0065) dan mendorong rata-rata harga pada kelompoknya turun sebesar -14,57bps. Namun secara keseluruhan, harga SBN pada seri FR tampak bergerak mixed dengan rata-rata pada ke-38 serinya menguat +1,33bps, sementara pada seri ORI naik +2,19bps. INDOBeXG-Clean Price Senin kemarin ditutup naik sangat tipis sebesar +0,0009poin di level 108,1275. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi terpantau sepi dengan total volume sebesar Rp5,78tn (-49,98%), dan total frekuensi sebanyak 375 kali (-33,86%). Sepinya transaksi SBN terjadi pada seluruh tenor. Akumulasi penurunan volume terbesar dialami oleh tenor pendek yakni mencapai Rp4,16tn dalam sehari. Pada transaksi obligasi pemerintah, total volume terbesar Senin kemarin hanya tercatat sebesar Rp738miliar oleh seri FR0078, dan frekuensi teraktif sebanyak 44 kali oleh FR0072. Dan pada transaksi obligasi korporasi, total volume terbesar tercatat Rp40miliar oleh PNBN02CN3 dan BBTN01CN2, dan frekuensi teraktif sebanyak 4 kali dicatatkan oleh 5 seri dua diantaranya adalah APLN01CN2 dan ASDF04ACN1. Sempat melemah pada sesi siang, kinerja pasar obligasi domestik berhasil ditutup menguat meski tipis pada penutupan Senin. Tipisnya penguatan ICBI terpicu oleh koreksi harga SUN benchmark karena meningkatnya persepsi risiko di global. Senin kemarin, CDS Indonesia tenor 5-tahun tampak tertekan naik +1,84bps ke level 148.12. Memanasnya kembali hubungan AS-China menjelang pertemuan KTT G20 di Argentina memicu kekhawatiran pasar akan keberhasilan negosiasi diantara keduanya. Kekhawatiran terhadap kelancaran transisi Brexit paska penyampaian mosi tidak percaya untuk PM Theresa May semakin memberikan sentimen negatif di pasar. Namun ditengah semua tekanan global tersebut, menguatnya kurs pasar spot Rupiah sebesar +24,0poin ke level 14.588/US$ menjadi katalis positif bagi kinerja pasar obligasi. Pasar obligasi domestik berpotensi bergerak mendatar pada hari ini sejalan dengan pelaksanaan lelang SBN. Berbagai sentimen negatif di global (memanasnya kembali hubungan AS-China, dan transisis Brexit), dan anjloknya bursa saham Amerika dan regional Asia dapat memicu terkoreksinya harga seri-seri SBN ditengah kemungkinan sepinya aktivitas pasar sekunder obligasi.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar menguat dari level terendah dua pekan pada Selasa karena aksi jual di pasar saham dunia sehingga memicu para pelaku pasar untuk memburu safe-haven (dollar). Sentimen risk aversion investor juga masih dipicu oleh kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global. Mata uang safe-haven lainnya seperti yen dan franc Swiss juga naik. Fokus pasar lainya akan tertuju pada data Core Durable Goods Order AS yang akan dirilis pada pukul 20.30 WIB dan data cadangan minyak AS pada pukul 22.30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek menguji level support di 1218 – 1214 karena potensi dolar yang kembali menguat setelah aksi jual di pasar saham dunia memicu aksi investor memburu safe-haven dollar, resisten emas berada pada level 1225 – 1228.

MINYAK

Harga minyak turun tajam pada hari Selasa karena laporan pasokan minyak AS yang terus meningkat, harga minyak berpeluang bergerak turun kembali menguji level support 52.30 – 52.00 di jika dalam laporan EIA menunjukkan kenaikan supply. Sementara itu resisten minyak berada di level 54.15 – 54.40.

EURUSD

Kejatuhan pasar ekuitas Eropa seperti saham bank Italia yang mencapai level terendah dua tahun di tengah konfrontasi lanjutan dari Uni Eropa dengan Roma terkait anggaran fiskal Italia, berpotensi menekan EURUSD menguji level support di 1.1325 – 1.1310. Resisten berada pada kisaran 1.1400 – 1.1420.

GBPUSD

Ketidakpatian Brexit yang terus berlangsung dimana Perdana Menteri Theresa Mei menuju ke Brussels untuk pembicaraan Brexit lebih lanjut berpeluang menekan GBPUSD menguji support di 1.2720 – 1.2700. Sementara itu resisten berada pada level 1.2840 – 1.2865.

USDJPY

Kejatuhan pasar aset beresiko berpotensi menjadikan Yen sebagai pilihan aset aman. USDJPY berpeluang menguji level support di 112.00 – 111.80. Namun penguatan pada dolar berpeluang membatasi penurunan USDJPY dan kembali menopang kenaikan menguji resisten di 113.00 – 113.200.

AUDUSD

Kejatuhan di pasar aset beresiko dan tertekannya harga komoditas berpotensi menekan AUDUSD menguji level 0.7175 – 0.7165. Potensi short covering berpeluang menopang AUDUSD menguji resisten 0.7240 – 0.7260

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 21/11/2018 pukul 10.06 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.