Akhir sesi end of day Selasa, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) melemah

  • Akhir sesi end of day Selasa, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) melemah –0,42% ke level 262,1730. Demikian pula dengan indeks return lain yakni INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) turun –0,46% ke level 257,2289, dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turun –0,14% ke level 285,6268. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield tenor 1-30 tahun naik sebesar +7,09bps. Tenor menengah (5-7tahun) tertekan naik paling tinggi dengan rata-rata sebesar +7,98bps. Sedangkan dua kelompok tenor lain naik masing-masing sebesar: pendek (<5tahun) +4,63bps; dan panjang (>7tahun) +7,41bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Effective Yield turut tertekan naik yakni +0,0806poin ke level 7,3322. Harga kelompk seri SUN benchmark terkoreksi makin dalam dengan penurunan rata-rata mencapai –81,14bps. Pelemahan harga bps oleh seri FR0077. Mayoritas harga SUN baik seri FR juga terpantau turun dengan rata-rata sebesar –46,72,bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin turun –0,49% ke level 112,8510. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder berlangsung semarak dengan total frekuensi 918 transaksi (+41,45%), dan total volume Rp16,62tn (+122,96%). Ramainya transaksi kemarin dipicu oleh pelaksanaan lelang SBN. Tercermin dari seri SBN yang mencatat total volume terbesar kemarin adalah salah satu seri yang dilelang yakni FR0082 dengan total volume mencapai Rp7,54tn. FR0082 juga sekaligus tercatat sebagai yang paling banyak ditransaksikan yakni 135 kali. Adapun untuk obligasi korporasi, total volume terbesar dicatatkan oleh TUFI04ACN2 senilai Rp133miliar. Sedangkan frekuensi teraktif diraih OTMA03B sebanyak 12 transaksi. Pasar obligasi tampak belum bisa keluar dari tekanan hingga penutupan akhir sesi end of day kemarin. Mayoritas harga SUN seri FR terkoreksi di rentang –1,53bps hingga –106,00bps, dan turut mendorong tekanan naik yield pada seluruh tenor kurva yield PHEI -IGSYC yakni di kisaran +2,58bps hingga +8,93bps. Hubungan dagang AS-China yang kembali memanas menjadi faktor utama tertekannya pasar obligasi kemarin. Tekanan dirasa semakin besar ketika Rupiah di pasar spot kembali menyentuh ke level Rp14.325/US$ atau turun –75,0poin. Kekhawatiran pasar terhadap isu perang dagang tidak hanya melanda pasar sekunder obligasi. Tercermin dari pelaksanaan lelang SBN kemarin yang hanya mencatatkan total penawaran masuk sebesar Rp26,51tn atau oversubscribed 1,77 kali. Senada dengan pasar SUN, IHSG pada perdagangan kemarin juga ditutup melemah yakni –0,63% di level 6.210,96. Tren koreksi diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan hari ini meski tidak sebesar sebelumnya. Katalis positif datang dari statement Trump yang pada akhirnya mengumumkan menunda pemberlakuan tarif impor baru pada produk-produk China.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok pasca Presiden Trump mengumumkan rencana untuk penundaan pengenaan kenaikan tarif untuk beberapa barang impor Tiongkok berpotensi membuat aset-aset berisiko kembali dilirik oleh pasar dan membuat harga emas berpotensi bergerak turun. Hari ini pasar akan melihat data indeks upah Australia pukul 8:30 WIB dan produksi industri Tiongkok yang dirilis pukul 9:00 WIB yang akan menjadi pemicu pergerakan AUDUSD. Setelah itu perhatian akan tertuju pada data GDP Jerman pukul 13:00 WIB untuk katalis EURUSD, data inflasi konsumen Inggris pukul 15:30 WIB yang dapat menggerakan GBPUSD sebelum perhatian tertuju ke data cadangan minyak mentah AS yang dirilis oleh EIA pada pukul 21:30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi turun semakin dalam dalam jangka pendek untuk menguji level support di $1498 – $1493 seiring menguatnya dollar AS pasca perilisan data inflasi konsumen AS yang optimis dan pernyataan Trump yang meredakan ketegangan dagang antara AS dengan Tiongkok semalam. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di $1506 – $1511.

MINYAK

Meredanya tensi dagang antara AS dengan Tiongkok serta turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan API berpotensi mendorong naik harga minyak dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $57.10 – $57.60. Namun, harga minyak berpotensi berbalik turun untuk menguji level support di $56.30 – $55.80 jika data cadangan minyak versi EIA menunjukkan adanya kenaikan.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek seiring sedang menguatnya dollar AS untuk menguji level support di 1.1140 – 1.1090. EURUSD berpeluang bergerak naik jika data GDP Jerman yang dirilis pukul 13:00 WIB dan GDP zona Euro yang dirilis pukul 16:00 WIB menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari estimasi untuk membidik level resisten di 1.1210 – 1.1260.

GBPUSD

Masih adanya kekhawatiran terhadap ketidakpastian Brexit dan menguatnya dollar AS berpotensi memicu penurunan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2020 – 1.1970. Hari ini trader akan melihat data inflasi konsumen Inggris pada pukul 15:30 WIB. Jika dirilis lebih tinggi dari estimasi berpeluang menopang kenaikan GBPUSD untuk menguji level resisten di 1.2100 – 1.2150.

USDJPY

Pulihnya permintaan terhadap aset berisiko pasca mengendurnya sikap Presiden Trump kepada Tiongkok dan menguatnya dollar AS berpeluang memicu kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 107.00 – 107.50. Jika bergerak turun, level support terdekat terlihat di 106.30 – 105.80.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah optimisnya data indeks upah rata-rata Australia untuk periode kuartal kedua serta meredanya ketegangan dagang antara AS dengan Tiongkok untuk menguji level resisten di 0.6830 – 0.6880. Namun, jika pasar mencemaskan data ekonomi Tiongkok yang pesimis, berpotensi memicu penurunan AUDUSD untuk membidik level support di 0.6760 – 0.6710.

 

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 14/08/2019 pukul 09.42 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.