Akhir perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) melemah

  • Akhir perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) melemah –0,23% ke level 236,4363. Demikian pula dengan dua indeks return INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) turun –0,25% ke level 231,7807; dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turun –0,06% ke level 259,0257. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak mixed cenderung bearish. Yield seluruh tenor (1-30tahun) naik sebesar +1,26bps. Rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) naik paling tinggi sebesar +5,50bps. Sedangkan rata-rata yield untuk tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing naik sebesar +4,94bps dan +0,04bps. INDOBeXG-Effective Yield pada akhir sesi end of day kemarin berada di level 8,2190 (+0,0583poin). Harga kelompok SUN benchmark tertahan di zona merah hingga penutupannya. Rata-rata harga pada seluruh serinya turun sebesar –62,76bps dengan rentang pelemahan harga berada di rentang –24,88bps hingga –120,60bps. Harga SBN seri-seri FR dan ORI juga didominasi pelemahan dengan rata-rata harga pada ke 41 seri-nya turun sebesar –25,52bps. Dengan demikian INDOBeXG -Clean Price kemarin ditutup melemah –0,3522poin di level 107,7530. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi terpantau kembali menurun dari sisi volume perdagangan yakni sebesar –32,99% dari Rp9,94tn menjadi Rp6,66tn. Sedangkan untuk total frekuensi naik tipis sebesar +5,83% dari 412 kali menjadi 436 kali. Penurunan volume terjadi pada transaksi SUN seluruh tenor dengan tenor panjang menyumbang penurunan terbesar senilai Rp1,81tn dalam sehari perdagangan. FR0078 menjadi seri SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp1,05tn dan sekaligus menjadi SBN teraktif dengan 42 transaksi. Pada transaksi obligasi korporasi, seri ADHI02CN1 menjadi seri teraktif dengan 13 transaksi sedangkan seri DILD02A mencatat total volume terbesar senilai Rp175miliar. Senada dengan sesi siangnya, pasar obligasi Indonesia juga bergerak negatif hingga sesi penutupan. Tercermin dari 38 seri fixed rate yang beredar, sebanyak 33 seri kompak mencatatkan pelemahan harga pada rentang –0,64bps hingga –120,60bps. Begitupula dengan harga ketiga seri ORI yang kompak terkoreksi. Dengan demikian kondisi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil pada mayoritas tenornya dan memicu penurunan indeks return obligasi. Tertekannya performa pasar kemarin diperkirakan sebagai akibat dari meningkatnya ekspektasi risiko di pasar yang terlihat dari kenaikan Credit Default Swap Indonesia tenor 5-tahun sebesar +1,60bps. Sentimen negatif di pasar berasal dari bayang-bayang pelemahan ekonomi global paska rilis inflasi China yang turun diluar prediksi pasar, melebarnya defisit transaksi berjalan Indonesia Q3-2018, dan kembali anjloknya Rupiah terhadap USD sebesar 142poin menembus level Rp14.820/US$ pada perdagangan kemarin. Pada perdagangan Selasa ini, pasar obligasi berpotensi bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah menyusul belum adanya sentimen positif di pasar ditengah kembali tertekannya nilai Rupiah terhadap USD. Pada pagi ini, Rupiah dibuka melemah ke level Rp14.863/US$. Selasa ini pemerintah juga akan mengadakan lelang SBSN di pasar primer dengan melelang 6 seri sukuk reopening.

EKONOMI GLOBAL

  • Perilisan data upah dan tenaga kerja Inggris akan menjadi data penting hari ini di tengah masih terjadinya krisis negosiasi Brexit meskipun kemarin ketua negosiator Brexit Uni Eropa Michael Barnier mengatakan kepada menteri-menteri kawasan Uni Eropa bahwa unsur utama dari pernjanjian keluar siap untuk di serahkan kepada kabinet Inggris pada hari Selasa. Sementara itu fokus lainnya akan tertuju pada pidato anggota FOMC Lael Brainard pukul 22.00 WIB dan perilisan anggaran belanja pemerintah AS pukul 2.00 WIB/Rabu di tengah sentimen menguatnya dollar AS karena outlook kenaikan suku bunga AS di bulan depan.

Potensi pergerakan

Emas

Harga emas berpotensi masih dalam tekanan turun karena solidnya pergerakan dollar AS pada outlook kenaikan suku bunga AS di bulan Desember dengan menguji level support di 1195 – 1197. Sementara itu jika harga bergerak naik, level resisten terdekat terlihat di 1207 – 1210.

Minyak

Harga minyak berpeluang lanjutkan pelemahannya yang sudah berlangsung dalam 11 hari terakhir di tengah pasar yang mempertimbangkan pengurangan suplai sebesar 500 ribu barel per hari dari Arab Saudi tidak akan mempengaruhi kondisi oversuplai dengan menguji level support di $58.50-$58.20. Untuk sisi atasnya, level resisten terlihat di area $59.50 – $60.00.

EURUSD

Pergerakan EURUSD berpotensi masih akan bergerak turun dalam jangka pendek seiring masih khawatirnya pasar terhadap kebuntuan negosiasi proposal anggaran antara Italia dan Uni Eropa yang akan di bahas hari ini, di tengah sinyal tidak adanya perubahan sikap dari Italia dengan menguji level support di 1.1170 – 1.1150. Untuk sisi atasnya, level resisten terlihat di area 1.1270 – 1.1300.

GBPUSD

Sentimen ketidakpastian Brexit yang masih dikhawatirkan pasar saat ini akan masih menjadi beban bagi pergerakan GBPUSD dengan mengincar support di 1.2800 – 1.2750. Namun, GBPUSD berpotensi untuk bergerak naik jika data upah dan tenaga kerja Inggris dirilis optimis dengan level resisten terlihat di area 1.2900 – 1.2945.

USDJPY

Pergerakan USDJPY berpotensi akan bergerak naik jangka pendek jika pasar mempertimbangkan penguatan dollar AS dengan level resisten berada di area 114.20 – 114.50. Namun, dengan tertekannya pergerakan pasar ekuitas yang tercermin dalam pelemahan Wall Street akhir-akhir ini berpotensi memicu penurunan USDJPY mengincar support di 113.40 – 113.20.

AUDUSD

Sentimen menguatnya dollar AS dan kekhawatiran terhadap memburuknya outlook ketegangan dagang antara AS dan China setelah Presiden Trump dalam tweet terbarunya yang mengatakan bahwa AS tidak akan mentolerir defisit perdagangan substansial dengan negara lain berpeluang memicu pelemahan AUDUSD lebih lanjut, mengincar support di 0.7150 – 0.7120. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat berada di 0.7200 – 0.7220.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 13/11/2018 pukul 09.51WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya