Rabu, 13 November 2019

  • Selasa kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) dan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) ditutup melemah pada besaran yang sama yakni –0,08% masing-masing ke level 273,2911 dan 268,2891. Adapun INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turun -0,02% ke level 296,4688. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola Rata-rata yield tenor 1-30 tahun naik +1,78bps. Kenaikan yield tertinggi terjadi pada kelompok tenor panjang (>7tahun) sebesar +1,97bps. Kenaikan yield berikutnya adalah tenor pendek (<5tahun) sebesar +1,77bps dan menengah (5-7tahun) sebesar +0,34bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Effective Yield turut tertekan naik yakni ke level 6,8911 (+0,0164poin). Harga kelompok SUN benchmark berlanjut menurun dengan rata-rata sebesar –25,12bps. Harga FR0079 terkoreksi paling besar yakni –42,48bps. Sementara seri FR0077 terkoreksi paling rendah sebesar –2,85bps. Koreksi harga juga mewarnai meyoritas SUN seri FR dan ORI dan mencatatkan penurunan rata-rata sebesar –7,96bps. INDOBeXG-Clean Price turut melemah yakni –0,11% ke level 115,5697. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder berlanjut menurun dengan total frekuensi 876 transaksi (-13,95%) dan total volume Rp15,04tn (-1,37%). Bahkan transaksi SUN benchmark menurun lebih besar dengan total volume sebesar Rp3,59tn (-25,10%) dalam 98 transaksi (-36,77%). FR0076 bertahan menjadi SBN yang teraktif ditransaksikan dalam 127 transaksi. Sementara total volume transaksi SBN terbesar senilai Rp1,55tn dicatatkan seri PBS002. Pada transaksi obligasi korporasi, SMII02ACN3 menjadi seri teraktif ditransaksikan yakni 17 kali, dan sekaligus mencatatkan total volume terbesar Rp420miliar. Koreksi harga berlanjut mewarnai pasar obligasi negara hingga akhir sesi end of day kemarin. Harga 37 seri SUN (FR&ORI) terkoreksi pada rentang –0,50bps hingga –42,48bps dan mendorong imbal hasil SBN tertekan naik pada seluruh tenor. Tertekannya pasar obligasi lebih disebabkan ketidakpastian masa depan damai dagang AS-China fase pertama setelah ada kemungkinan penandatanganan kesepakatan dagang AS-China ditunda hingga tahun depan. Ketidakpastian tersebut diperkirakan semakin meningkat setelah Donald Trump memasukkan Huawei Technologies dalam daftar hitam AS. Ketidakjelasan damai dagang AS-China turut berdampak pada aktivitas perdagangan oblgasi di pasar sekunder yang belum juga semarak. Namun, ditengah sermua situasi tersebut, pelaksanaan lelang SBSN kemarin terpantau cukup semarak dengan mencatatkan oversubscribed 3,47 kali dan total dana dimenangkan sebesar Rp8,00tn. Bahkan salah satu seri yang dilelang kemarin yakni PBS002 menjadi seri SBN tersolid ditransaksikan di pasar sekunder. Koreksi harga berpotensi berlanjut pada perdagangan hari ini terpicu ketidakjelasan perkembangan kesepakatan dagang fase pertama antara AS-China. Selain itu, aktivitas pasar sekunder obligasi diperkirakan belum akan semarak ditengah minimnya sentimen lanjutan dan wait and see data neraca perdagangan Indonesia akhir pekan ini.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Dolar AS bertahan pada kenaikan baru-baru ini di hari Rabu (13/11) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok dekat tetapi tidak menawarkan rincian baru pada negosiasi telah membuat greenback bergerak lebih tinggi saat berbicara di Economic Club of New York pada hari Selasa. Market movers lainnya adalah rilis data CPI Inggris pada jam 16:30 WIB, dan Data CPI AS yang akan dirilis pada jam 20:30 WIB serta testimoni dari Ketua The Fed Jerome Powell pada jam 23:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1463 – 1468 karena pasar yang tetap khawatir pada kesepakatan dagang AS-Tiongkok setelah Presiden AS Donald Trump tidak menawarkan rincian baru pada negosiasi pada pidato di Economic Club of New York pada hari Selasa. Support harga emas berada pada level 1450 – 1445.

MINYAK

Pasar yang pesimis setelah pidato Trum di New York Economic Club yang tidak menunjukkan kemajuan pada kesepakatan dagang AS-Tiongkok berpotensi menekan harga minyak menguji level 56.25 – 56.00. Namun jika mampu bergerak naik harga minyak berpeluang menguji level 57.25 – 57.50.

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support 1.0975 – 1.0950 karena dolar AS yang tetap bertahan di level tinggi. Namun jika berhasil keluar dari tekanan bearish EURUSD berpeluang menguji level resisten di 1.1040 – 1.1080.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak turun menguji level support di 1.2810 – 1.2780 setelah jajak pendapat menunjukkan gap terkecil sebear 6% antara partai Konservatif yang berkuasa dengan partai Buruh oposisi. Resisten GBPUSD berada pada kisaran 1.2880 – 1.2900.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak turun menguji level support 108.60 – 108.40 karena potensi pelaku pasar yang kembali meminati aset aman di tengah ketidakpastian kesepakatan dagang AS-Tiongkok. Resisten USDJPY berada pada kisaran 109.00 – 109.40.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak turun menguji level support di 0.6810 – 0.6780 karena tertekan oleh penguatan dolar dan pelemahan harga komoditas tembaga. Resisten AUDUSD berada pada kisaran 0.6870 – 0.6890.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 13/11/2019 pukul 10.33 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalsnipam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.