<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bank Jateng</title>
	<atom:link href="http://www.bankjateng.co.id/sites/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bankjateng.co.id/sites</link>
	<description>Situs Resmi Bank Jateng</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Feb 2010 18:46:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>6 Tantangan Industri Perbankan di 2010</title>
		<link>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=172</link>
		<comments>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=172#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 17:52:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[kredit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Krisis masih membayangi dunia di berbagai sektor industri. Tak terkecuali industri perbankan. Ada enam hal yang menjadi prospek dan tantangan industri perbankan nasional di 2010
Pertama, kondisi makroekonomi global masih akan penuh ketidakpastian. Perekonomian Indonesia pun akan sangat tergantung pada daya tahan ekonomi domestik.
Kedua, pertumbuhan kredit dan dana. &#8220;Seiring perlambatan sektor riil, penyaluran kredit diperkirakan melambat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Krisis masih membayangi dunia di berbagai sektor industri. Tak terkecuali industri perbankan. Ada enam hal yang menjadi prospek dan tantangan industri perbankan nasional di 2010</p>
<p>Pertama, kondisi makroekonomi global masih akan penuh ketidakpastian. Perekonomian Indonesia pun akan sangat tergantung pada daya tahan ekonomi domestik.<span id="more-172"></span></p>
<p>Kedua, pertumbuhan kredit dan dana. &#8220;Seiring perlambatan sektor riil, penyaluran kredit diperkirakan melambat. Penghimpunan dana diperkirakan akan meningkat. Ini seiring dengan longgarnya likuiditas,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ketiga, persaingan dana murah. Loan to deposit ratio (LDR) yang sudah cukup tinggi mendorong perebutan dana, khususnya dana murah. Di sini, bank harus mampu mengelola kepercayaan dan menghindari rumor.</p>
<p>Keempat, pembiayaan jangka panjang. &#8220;Kebutuhan pembiayaan jangka panjang dari perbankan masih cukup tinggi. Sementara dana perbankan masih didominasi dana jangka pendek,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selanjutnya, kelima, penguatan modal. Berlanjutnya gejolak ekonomi global akan meningkatkan potensi risiko. Maka dari itu, perbankan harus meningkatkan modal untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat.</p>
<p>Terakhir, struktur kepemilikan. Dalam hal ini, kemampuan bersaing bank nasional semakin menantang. &#8220;Struktur kepemilikan akan menentukan kemampuan bersaing bank nasional”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bankjateng.co.id/sites/?feed=rss2&amp;p=172</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbankan 2010 I Bank Akan Kembangkan &#8220;Virtual Account&#8221;</title>
		<link>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=170</link>
		<comments>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=170#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 17:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[I Bank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Untuk menjaring Nasabah Berjanji Agresif Salurkan DanaTahun depan, perbankan diperkirakan lebih agresif menyalurkan dana dan meningkatkan pelayanan di saat otoritas perbankan memproyeksikan pertumbuhan kredit hanya menyentuh level 20 persen.Bagaikan supermarket, perbankan akan terus berupaya menyediakan semua kebutuhan nasabah. Segala produk perbankan, karena itu, tidak ada perbedaan yang mencolok antara satu bank dan yang lain. Untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk menjaring Nasabah Berjanji Agresif Salurkan DanaTahun depan, perbankan diperkirakan lebih agresif menyalurkan dana dan meningkatkan pelayanan di saat otoritas perbankan memproyeksikan pertumbuhan kredit hanya menyentuh level 20 persen.Bagaikan supermarket, perbankan akan terus berupaya menyediakan semua kebutuhan nasabah. Segala produk perbankan, karena itu, tidak ada perbedaan yang mencolok antara satu bank dan yang lain. Untuk itu, beberapa bank sudah menyiapkan produk dan layanan yang lebih banyak meskipun tidak banyak hal baru yang dikembangkan dalam menarik dana dan menyalurkan kredit. Alasan utama optimisme itu adalah tahun 2009 keberanian bank untuk melempar dana ke pasar kredit meredup setelah sektor keuangan dalam negeri sedikit goyang karena krisis dunia. Banyak bank tiarap sambil mempertahankan dana mereka dan enggan menyalurkan kredit.<span id="more-170"></span> &#8220;Beberapa bank yang tidak bergerak tahun ini akan menunjukkan keagresifannya tahun depan,&#8221; kata pengamat perbankan, lopie lusuf, beberapa waktu lalu. Meskipun demikian, perbankan dinilai belum akan memusatkan perhatian pada peningkatan pendapatan berbasis fee (fee-based income). &#8220;Dalam fee based income belum akan ada terobosan baru,&#8221; kata (opie)Bank diperkirakan tetap memanfaatkan strategi menggabungkan (bundling) produk dan layanan serta meningkatkan penggunaan virtual account sena kembali menawarkan produk-produk investasi. Soalnya, dalam bundling product, bank menawarkan satu produk yang berisi beberapa produk atau layanan. Sejauh ini, beberapa bank telah menawarkan produk deposito yang digabungkan de-ngam asuransi. Atau yang lebih mutakhir, bank memangkas bunga kredit bagi nasabah yang memiliki dana dengan jumlah tertentu.Strategi tersebut dinilai untuk mengutak-atik pengenaan bunga agar terkesan diturunkan.  Bank juga akan meneruskan perluasan penggunaan virtual account atau rekening maya atau fasilitas rekening onlineyang memungkinkan nasabah menyimpan, menarik, dan mengirimkan dana dari mesin-mesin online. Rekening maya tersebut sudah mulai diperkenalkan oleh beberapa perbankan besar. &#8220;Bank juga akan kembali mengandalkan produk-produk investasi kepada nasabah tahun depan,&#8221; imbuh lopie kembali.hingga akhir tahun lalu, beberapa bank agresif menarik dana masyarakat dan menawarkan produk-produk bank terkait pasar keuangan yang rumit dengan menawarkan return tinggi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bankjateng.co.id/sites/?feed=rss2&amp;p=170</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BI: Kredit Perbankan 2010 Naik 15%</title>
		<link>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=168</link>
		<comments>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=168#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 17:48:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[BI]]></category>
		<category><![CDATA[expor impor]]></category>
		<category><![CDATA[kredit]]></category>
		<category><![CDATA[valas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Pertumbuhan kredit perbankan pada 2010 diperkirakan meningkat 14-15% sejalan dengan perhitungan terjadi kenaikkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang sebesar 10 &#8211; 15%.
Pertumbuhan kredit pada akhir tahun ini masih tetap lamban. Akhir 2009 misalnya pertumbuhan kredit dalam valas diperkirakan akan masih negatif, tetapi 2010 kredit diperkirakan bertumbuh.
lambatnya pertumbuhan kredit tahun 2009 tidak terlepas dari pertumbuhan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertumbuhan kredit perbankan pada 2010 diperkirakan meningkat 14-15% sejalan dengan perhitungan terjadi kenaikkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang sebesar 10 &#8211; 15%.<br />
Pertumbuhan kredit pada akhir tahun ini masih tetap lamban. Akhir 2009 misalnya pertumbuhan kredit dalam valas diperkirakan akan masih negatif, tetapi 2010 kredit diperkirakan bertumbuh.<br />
lambatnya pertumbuhan kredit tahun 2009 tidak terlepas dari pertumbuhan negatif kredit valas. Selain karena pengaruh apresiasi nilai tukar, hal itu terjadi karena bank-bank masih cenderung menghindari pemberian kredit valas sejalan dengan menurunnya kegiatan ekspor impor. Sebaliknya kredit rupiah masih meningkat cukup besar.<span id="more-168"></span><br />
Dia menjelaskan, peranan kredit sektor industri pengolahan yang sebelumnya mendominasi kredit perbankan tahun ini cenderung menurun. &#8220;Sektor konsumsi, perdagangan, pengangkutan dan komunikasi, pertanian dan listrik yang masih memberikan kontribusi penyaluran kredit yang cukup besar hingga September tahun ini,&#8221; katanya.<br />
Sumbangan kredit mikro, kecil dan menengah (MKM) hingga Agustus 2009 cukup baik, yang tercermin dari pertumbuhan kreditnya mencapai 9,2% atau 14,4% untuk year on year. Pertumbuhan kredit MKM terutama didorong oleh pertumbuhan kredit kecil dengan nominal Rp50 juta &#8211; Rp500 juta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bankjateng.co.id/sites/?feed=rss2&amp;p=168</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyerahan Penghargaan Guru TK yang berdedikasi Tinggi.</title>
		<link>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=177</link>
		<comments>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=177#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 12:11:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[2008]]></category>
		<category><![CDATA[cabang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Dewan Pendidikan (DP) kabupaten Semarang bekerjasama dengan Bank Jateng Cabang Ungaran dan dinas pendidikan, memberikan penghargaan kepada 15 guru TK yang berdedikasi tinggi.
Penghargaan berupa uang tunai Rp. 500.000 per guru yang diserahkan secara simbolis oleh Pimpinan Cabang Ungaran Shri Djono Kusumo diruang rapat Dinas Pendidikan pada hari senin 26 Mei 2008 yang dihadiri pula oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dewan Pendidikan (DP) kabupaten Semarang bekerjasama dengan Bank Jateng Cabang Ungaran dan dinas pendidikan, memberikan penghargaan kepada 15 guru TK yang berdedikasi tinggi.<br />
Penghargaan berupa uang tunai Rp. 500.000 per guru yang diserahkan secara simbolis oleh Pimpinan Cabang Ungaran Shri Djono Kusumo diruang rapat Dinas Pendidikan pada hari senin 26 Mei 2008 yang dihadiri pula oleh Ketua Dewan Pendidikan Drs. H Zaenal Abidin serta Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Semarang Ir.Anang Dwinata MM. Zaenal Abidin mengatakan, peghargaan itu diberikan kepada guru TK yang mengabdi lebih dari 15 tahun dan tetap mengutamakan idelaisme mengajar serrta mendidik anak-anak pra sekolah. &#8220;Ada kurang lebih 171 guru TK sekabupaten Semarang yang mendapatkan penghasilan dari mengajar dibawah angka kepatutan. Kami berupaya menambah pendapatan mereka&#8221; tegas Zaenal.<br />
( Sumber : Suara Merdeka 28 Mei 2008).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bankjateng.co.id/sites/?feed=rss2&amp;p=177</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laba Bank Jateng Cabang Wonosobo Rp 5,2 Milyar</title>
		<link>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=190</link>
		<comments>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=190#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[2008]]></category>
		<category><![CDATA[cabang]]></category>
		<category><![CDATA[laba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Wonosobo, CyberNews. Direksi Bank Bank Jateng, Ispriyanto mengatakan bahwa sampai dengan April 2008, dana masyarakat yang dihimpun oleh Bank Jateng Cabang Wonosobo mencapai Rp 170 miliar. Sedangkan yang disalurkan melalui kredit sebesar Rp 161 miliar. Untuk laba yang diraih Rp 5,2 miliar.
Hal itu disampaikan Ispriyanto ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Bank Jateng, di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wonosobo, CyberNews. Direksi Bank Bank Jateng, Ispriyanto mengatakan bahwa sampai dengan April 2008, dana masyarakat yang dihimpun oleh Bank Jateng Cabang Wonosobo mencapai Rp 170 miliar. Sedangkan yang disalurkan melalui kredit sebesar Rp 161 miliar. Untuk laba yang diraih Rp 5,2 miliar.<span id="more-190"></span></p>
<p>Hal itu disampaikan Ispriyanto ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Bank Jateng, di selatan alun-alun Kota Wonosobo, Jumat. Peletakan batu pertama dimulainya pembangunan gedung berlantai tiga senilai Rp 5,9 miliar, juga dilakukan Bupati Drs HA Kholiq Arif MSi, Wakil Bupati Drs H Muntohar MM, Muspida, Sekda Drs H Joko Purnomo MM, Ketua MUI Jateng KH Habibullah Idris.</p>
<p>Pembangunan gedung Bank Jateng di Wonosobo, lanjut Ispriyanto, saat ini diprioritaskan. Karena daerah pegunungan ini dinilai mempunyai potensi ekonomi yang tinggi, dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.</p>
<p>Menurut dia, dana yang diperuntukan bagi pengembangan ekonomi masyarakat, oleh Bank Bank Jateng hampir semuanya sudah disalurkan kepada rakyat. Diharapkan dana tersebut bisa menghidupkan sektor perekonomian masyarakat.</p>
<p>Bupati Kholiq Arif menilai, pembangunan gedung baru yang megah itu akan mampu meningkatkan performance serta nuansa pelayanan yang lebih prima. Diharapkan di masa mendatang antara Pemkab dengan Bank Jateng dapat bersinergi lebih baik lagi.</p>
<p>Menyinggung tentang penyertaan modal usaha, Bupati mengatakan komitmennya untuk memberikan tambahan modal bagi bank tersebut. Namun ia tidak menyebut nominal saham yang akan diinvestasikan Pemkab kepada bank tersebut. Kholiq Arif mengaku, selama ini Pemkab menempati peringkat ke 30 dalam penanaman modal. Dia berharap, pada masa mendatang bisa menempati urutan lima dalam investasi.</p>
<p>Orang nomor satu di Wonosobo itu menyebut, dengan adanya kebangkitan perekonomian desa, maka diharapkan desa menjadi mandiri. Sehingga melalui revitalisasi tersebut, usaha mikro tersebut mampu menjadi usaha yang dapat memperkuat perekonomian desa.</p>
<p>Keterangan lain menyebutkan, selama 22 tahun, Bank Jateng Cabang Wonosobo menempati gedung pinjaman Pemkab, untuk kegiatan operasional. Adapun gedung baru Bank Jateng berada pada lahan seluas 2.000 meter persegi. Direncanakan pembangunan akan bisa dirampungkan selama 210 hari.</p>
<p>(Muhammad Burhan/CN08)</p>
<p>* Sumber : www.suaramerdeka.com (16/05/2008)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bankjateng.co.id/sites/?feed=rss2&amp;p=190</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2010, Modal Bank Jateng Rp.1 Trilyun</title>
		<link>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=179</link>
		<comments>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=179#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 12:13:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[2008]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Pelayanan yang prima saja tidaklah cukup, Bank Jateng juga harus berani mengambil peran optimal dalam menjalankan fungsi intermediasi.
Yakni intensif menyerap dana masyarakat, kemudian disalurkan kembali dalam bentuk kredit modal kerja, investasi maupun konsumsi. Kalu fungsi ini benar-benar dijalankan efektif, praktis akan membawa kemajuan besar bagi perkembangan ekonomi Jateng. Disinilah Bank Jateng harus berperan aktif untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pelayanan yang prima saja tidaklah cukup, Bank Jateng juga harus berani mengambil peran optimal dalam menjalankan fungsi intermediasi.<br />
Yakni intensif menyerap dana masyarakat, kemudian disalurkan kembali dalam bentuk kredit modal kerja, investasi maupun konsumsi. Kalu fungsi ini benar-benar dijalankan efektif, praktis akan membawa kemajuan besar bagi perkembangan ekonomi Jateng. Disinilah Bank Jateng harus berperan aktif untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Perbankan itu jualan kepercayaan. Sepanjang mampu meningkatkan kepercayaan nasabah, maka sukses akan mudah diraih. Saya melihat Bank Jateng telah mampu &#8220;menjual&#8221; kepercayaan ini dengan baik. Terbukti dari pencapaian kinerja keuangan selama 2007 yang tumbuh pesat. Kalau asset selama 2006 hanya Rp.11.35 triliun, maka tahun 2007 naik menjadi Rp.12,21 triliun. <span id="more-179"></span>Kredit yang disalurkan juga naik menjadi Rp. 7.65 triliun dari sebelumnya Rp.5.89 triliyun. Dividen yang diberikan kepada pemegang saham juga terus meningkat menjadi Rp. 172 miliar pada tahun 2007 yang akan dibagi di tahun 2008. Ini menunjukkan fungsi pemasaran juga telah dijalankan dengan baik. Saya melihat Bank Jateng telah merancang produk dengan baik., sekaligus menciptakan hubungan yang harmonis dengan nasabah dan penataan jaringan secara tepay. Untuk itu saya mendukung rencana Pembukaan Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Jateng. Melihat prestasi gemilang yang berhasil diukir dijajaran manajemen Bank Jateng. Selaku pemegang saham pengendali telah berkomitment untuk terus menambah modal. Apalagi tingkat rentabilitas Bank Jateng juga semakin membaik mencapai 28% jauh diatas bunga deposito yang hanya 6%. Pemegang saham pengendali juga telah mengarahkan kepada pengelola untuk member perhatian pada upaya mewujudkan peran aktif Bank Jateng pada sector riil. Salah satu caranya dengan memperbanyak penyaluran kredit jangka panjang diatas 5 tahun. Selain itu, Bank Jateng telah diminta terlibat dalam Lembaga Penjaminan Kredit Daerah (LPKD). Lewat lembaga inilah Bank nya Orang Jawa Tengah ini akan banyak berperan bagi pengembangan UKM. Apalagi Jateng merupakan basis UKM terbesar di Indonesia sebanyak 3.6 UKM diluar sector pertanian. Disinilah nantinya Bank Jateng akan bias memberikan sumbangan besar bagi sector riil.Apalagi Bank Jateng telah menunjukkan kinerja dan pelayanan yang baik selama menjadi partner pemerintah daerah. Hal ini terlihat dari terus meningkatnya sumbangan Bank Jateng pada pendapatan Asli Daerah(PAD) pemda Jateng maupun Pemda Kabupaten atau kota. Dibandingkan BUMD lainnya, sumbangan Bank Jateng pada PAD sangat signifikan. Kami yakin ke depan bank ini akan mampu menjadi instrument bagi PAD yang utama. Penguatan Modal Guna mendukung upaya itu, para pemegang saham telah sepakat menambanh penguatan modal bagi operasional Bank Jateng. Bahkan pada 2010 mendatang ditargetkan modal Bank Jateng sudah melampaui Rp.1 Triliun. Dengan bekal captive market, kami yakin bank ini bias menumbuhkan sector riil, sekaligus meningkatkan PAD. Untuk itu pengelola diminta untuk meningkatkan keahlian dan ketrampilan dalam mengelola Bank agar menjadi bank yang profeional. Sedangkan Dewan Komisaris telah dituntutmampu melakukan fungsi pengawasan dengan lebih efektif. Dengan begitu Bank Jateng mampu mencapau target yang telah ditetapkan. Terrmasuk mengawasi agar bank Jateng memberikan pelayanan terbaik untuk memuaskan Nasabah serta stake holder. Tidak hanya focus pada kegiatan komersial. Bank Jateng juga telah didorong untuk meningkatkan kegiatan corporate social responsibility (CSR). Jadi tidak hanya kegiatan komersial, tetapi pada saat yang sama juga melakukan kerja sosialnya secara efektif. Terus terang kami senang, Bank Jateng sangat responsive terhadaop kesulitan yang dihadapi masyarakat jateng. Hal ini dibuktikan dengan gerak cepat, jajaran manajemen merespon berbagai bencana yang terjadi di Jateng akhir €“akhir ini Begitu terjadi bencana banjit dan tannah longsor beberapa waktu lalu, atas persetujuan Dewan Komisaris dan sepengetahuan Pemegang Saham Pengendali. Direksi langsung memberuikan bantuan ke daerah musibah. Bantuan sebagai wujud pelaksanaan program CSR ini, disalurkan pada waktu yang tepat.(Sumber Harian Suara Merdeka : Kamis, 10 April 2008)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bankjateng.co.id/sites/?feed=rss2&amp;p=179</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Top Regional Bankir 2007</title>
		<link>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=181</link>
		<comments>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=181#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 18:14:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[2007]]></category>
		<category><![CDATA[awards]]></category>
		<category><![CDATA[GCG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai Bank milik Pemerintah Daerah Jawa Tengah, Bank Jateng telah mampu tumbuh dan berkembang dengan baik.
Setelah lepas dari Program Rekapitalisasi pada tahun 2005 perkembangan kinerja perusahaan dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan, baik dari total aset maupun laba. Pembenahan &#8211; pembenahan terus dilakukan seiring dengan adanya Grand Staregy atau pencantuman 3 Pilar dari Manajemen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai Bank milik Pemerintah Daerah Jawa Tengah, Bank Jateng telah mampu tumbuh dan berkembang dengan baik.<br />
Setelah lepas dari Program Rekapitalisasi pada tahun 2005 perkembangan kinerja perusahaan dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan, baik dari total aset maupun laba. Pembenahan &#8211; pembenahan terus dilakukan seiring dengan adanya Grand Staregy atau pencantuman 3 Pilar dari Manajemen yaitu Penataan dan Peningkatan KualitasSDM, Pengembangan IT dan Peningkatan Fungsi Pemasaran telah mendorong Bank Jateng berkembang pesat sehingga berdampak pada kinerja Bank Jateng yang semakin memuaskan sehingga pada Tahun 2006 Bank Jateng mendapatkan penghargaan Golden Trophy dari majalah Infobank atas kinerja keuangan yang dicapai selama 5 tahun berturut-turut.<span id="more-181"></span><br />
Diawal tahun 2007 Banknya Orang Jawa Tengah ini juga mendapat penghargaan dari majalah Investor sebagai Bank Terbaik 2006 Untuk Kategori Bank Pembangunan Daerah yang beraset diatas 10 Trilyun. Hal tersebut menunjukkan konsistensi Bank Jateng dalam memacu kinerjanya. Disamping Konsistensi terhadap kinerja juga dibarengi dengan keberpihakan pada usaha kecil menengah, hal tersebut tercermin dengan mengikuti lingkage program€. Lewat program yang digagas Bank Indonesia ini, Bank Jateng berperan aktif dalam mengucurkan kredit kepada masyarakat kecil bekerja sama dengan BPR di Jateng, &#8221; Kriteria yang ditetapkan di antaranya, capital adequacy ratio (CAR), non performing loan (NPL), return on asset (ROA), return on equi ty,netinteres tmargin (NIM) ,BOPO (perbandingan beban operasi dengan pendapatan<br />
operasional) dan loan to deposits ratio (LDR). Selain itu, terdapat penilaian pertumbuhan pendapatan, laba operasi dan pertumbuhan kredit serta rasio utilisasi kredit.<br />
Dipertengahan tahun 2007 Bank Jateng juga mendapat Penghargaan bergengsi yangberupa &#8220;Annual Report Award&#8221; (ARA) sebagai juara 2 katagori BUMN Keuangan Non Listed. Penganugerahan award ini digelar oleh Departemen Keuangan melalui Badan<br />
Penanaman Modal-Lembaga Keuangan (Bappepam-LK) dan Direktorat Jenderal Pajak bekerja sama dengan kementerian BUMN, Bank Indonesia, Bursa Efek Jakarta, Komite Nasional Kebijakan Governance, dan Ikatan Akuntansi Indonesia.<br />
Pada bulan Agustus 2007 Bank Jateng juga mendapat penghargaan juara pertama dari BSMR (Badan Sertifikasi Manajemen Risiko) sebagai peringkat I kategori II atas peran sertanya sebagai instansi yang mengirimkan peserta terbanyak dan terlengkap datanya pada ujian Sertifikasi Manajemen Risiko Level I, II dan III. Dengan penghargaan ini, berarti Bank Jateng dinilai sangat peduli dalam menerapkan manajemen risiko di seluruh jajaran dalam menjalankan kegiatan operasionalnya untuk meningkatkan performance kinerjanya. Disisi lain Bank Jateng juga dinilai telah<br />
mampu menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Di antaranya, telah memberikan informasi kepada publik (fairness), akuntabilitas dan responsibility.<br />
Dipenghujung akhir tahun 2007 Direktur Utama Bank Jateng Drs, Hariyono MM telah mendapat penghargaan sebagai Tokoh Finacial 2007 sebagai &#8220;Top Regional Bankir 2007&#8243; Sederet prestasi yang diperoleh tidak membuat jajaran manajemen serta karyawan menjadi jumawa, namun justru menjadimotivasiuntuk terus mempertahankan dan mencetak prestasi lain. Sejalan keinginan manajemen Bank Jateng untuk menjadikan Bank Jateng sebagai kebanggaan masyarakat Jawa Tengah yang tidak hanya berprestasi di tingkat regional saja namun juga di tingkat nasional.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bankjateng.co.id/sites/?feed=rss2&amp;p=181</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bank Jateng Raih Predikat Bank Terbaik 2007</title>
		<link>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=185</link>
		<comments>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=185#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jul 2007 18:18:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[2007]]></category>
		<category><![CDATA[awards]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA-Pertumbuhan kinerja Bank Jateng yang beberapa tahun terakhir cukup menakjubkan, dibarengi konsistensi dalam penyaluran kredit ke sektor usaha kecil menengah (UKM), akhirnya menuai hasil maksimal.
Sebuah penghargaan tertinggi bagi industri perbankan di Tanah Air, berupa Bank Terbaik 2007 berhasil disabet &#8220;Banknya Wong Jateng&#8221; ini.
Penghargaan tahunan yang diadakan Majalah Investor ini, menetapkan Bank Jateng sebagai Bank Terbaik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA-Pertumbuhan kinerja Bank Jateng yang beberapa tahun terakhir cukup menakjubkan, dibarengi konsistensi dalam penyaluran kredit ke sektor usaha kecil menengah (UKM), akhirnya menuai hasil maksimal.</p>
<p>Sebuah penghargaan tertinggi bagi industri perbankan di Tanah Air, berupa Bank Terbaik 2007 berhasil disabet &#8220;Banknya Wong Jateng&#8221; ini.<span id="more-185"></span></p>
<p>Penghargaan tahunan yang diadakan Majalah Investor ini, menetapkan Bank Jateng sebagai Bank Terbaik untuk katagori Bank Pembangunan Daerah dengan aset di atas Rp 10 triliun. Penghargaan yang diterima langsung Dirut Bank Jateng Hariyono itu, berkat konsistensi bank ini dalam memacu pertumbuhan ekonomi Jateng.</p>
<p>Bank ini, kata Primus Dorimulu, Direktur Globe Media Group, penerbit Majalah Investor, konsisten dalam mengucurkan kredit ke sektor UKM. Hal itu terlihat dari besarnya kredit yang disalurkan selama 2006 yang mencapai Rp 6,425 triliun atau naik dari posisi 2005 yang hanya sebesar Rp 4,610 triliun.</p>
<p>&#8220;Konsistensi dan keberpihakan pada usaha kecil menengah ini, terus dipertahankan dengan mengikuti program lingkage. Lewat program yang digagas Bank Indonesia ini, Bank Jateng berperan aktif dalam mengucurkan kredit kepada masyarakat kecil bekerja sama dengan BPR di Jateng,&#8221; katanya dalam acara pemberian penghargaan di Jakarta, Rabu (11/7) malam lalu.</p>
<p>Menurut Direktur Produksi Majalah Investor itu, yang membanggakan, ternyata bank yang tumbuh di daerah ini, mampu mengalahkan Bank DKI yang notabene juga memiliki kinerja operasional cukup bagus. Dari sisi persaingan untuk meraih gelar ini, sebenarnya sangat ketat. Apalagi di katagori BPD dengan aset di atas Rp 10 triliun ini, terdapat pula Bank Jatim, dan Bank Jabar. Namun dari hasil seleksi awal dan kriteria pemeringkatan, Bank Jateng-lah yang terbaik.</p>
<p>Tiga Pilar</p>
<p>Dirut Bank Jateng Hariyono, menilai penghargaan ini sebagai hasil kerja keras seluruh karyawan, jajaran direksi dan komisaris. &#8220;Kami telah berupaya maksimal agar Bank Jateng terus berkembang dan kian berperan aktif dalam pengembangan ekonomi di provinsi ini,&#8221; katanya usai menerima penghargaan.</p>
<p>Menurut dia, dengan fokus tahun ini pada peningkatan kualitas SDM dan teknologi informasi untuk meraih peluang pasar, manajemen Bank Jateng telah menjalankan tiga pilar. Yakni restrukturisasi DM, peningkatan teknologi informasi sesuai blue print teknologi serta pemasaran yang terintegrasi.</p>
<p>Hariyono menambahkan, untuk tahun ini telah terdapat pencapaian yang bagus dari sisi kinerja operasional. (Lihat tabel)</p>
<p>Dengan pencapaian laba operasional itu, dia memperkirakan peningkatan pendapatan tahun 2007 sebesar Rp 2,146 triliun dan laba meningkat 1,15 % dari tahun 2006. Untuk kredit diperkirakan naik 27,16 persen dari 2006 yang sebesar Rp 6,425 triliun dengan NPL hanya 0,58 persen.</p>
<p>Sedangkan dana pihak ketiga diperkirakan naik 14,69 persen menjadi Rp 11,47 triliun. &#8220;Kami juga telah komitmen semua rasio keuangan yang lain tetap dipertahankan pada level yang baik,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain Bank Jateng yang terpilih sebagai salah satu Bank Terbaik 2007 versi Majalah Investor, sejumlah bank juga mendapat penghargaan yang sama dengan katagori berbeda. Bank BRI, Bank Niaga, Bank Lippo, Bank Kesejahteraan Ekonomi, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), BPD Nusa Tenggara Timur dan Citibank, terpilih sebagai Bank Terbaik berdasarkan hasil pemeringkatan yang memakai 12 kriteria.</p>
<p>Kriteria yang ditetapkan di antaranya, capital adequacy ratio (CAR), non performing loan (NPL), return on asset (ROA), return on equity, net interest margin (NIM), BOPO (perbandingan beban operasi dengan pendapatan operasional) dan loan to deposits ratio (LDR). Selain itu, terdapat penilaian pertumbuhan pendapatan, laba operasi dan pertumbuhan kredit serta rasio utilisasi kredit.</p>
<p>Menurut Felix Sindhunata, anggota tim juri, formula yang digunakan dalam memilih bank versi Investor ini lebih berbobot. Buktinya, bank yang keluar sebagai pemenang tak berbeda dengan persepsi pasar. Artinya memang jadi pilihan investasi pemodal di pasar saham. &#8220;Saya pikir standar yang kita pakai cukup bagus. Kalau dilihat hasilnya tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan yang ada di pasar (pilihan pemodal, red),&#8221; kata Felix, Head of Research PT Mega Capital Indonesia.</p>
<p>Dengan menerapkan 12 kriteria itu, BRI menempati peringkat teratas pada katagori bank umum dengan aset di atas Rp 50 triliun. BRI mampu menyisihkan lima bank besar lainnya, yakni Bank Danamon, BCA, BII, BNI, dan Bank Mandiri. Pada katagori bank umum dengan aset di atas Rp 10 triliun hingga Rp 50 triliun, muncul &#8220;juara kembar&#8221; dengan total skor sama, yaitu Bank Niaga dan Bank Lippo. (bn-33)<br />
* Sumber : www.suaramerdeka.com(Jumat, 13 Juli 2007)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bankjateng.co.id/sites/?feed=rss2&amp;p=185</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bank Jateng Implementasikan GCG</title>
		<link>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=192</link>
		<comments>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=192#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Aug 2006 18:37:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[2006]]></category>
		<category><![CDATA[GCG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[SEMARANG-Bank Jateng mulai menerapkan secara utuh prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik dalam pengelolaan usaha perbankan. Terkait dengan hal itu telah dilaksanakan penandatanganan surat pernyataan kesanggupan melaksanakan GCG oleh Dewan Komisaris, Direksi dan Kepala SKAI, Pemimpin Cabang Utama hingga wakil pegawai yang selanjutnya dilaksanakan pula oleh seluruh pegawai Bank Jateng [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEMARANG-Bank Jateng mulai menerapkan secara utuh prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik dalam pengelolaan usaha perbankan. Terkait dengan hal itu telah dilaksanakan penandatanganan surat pernyataan kesanggupan melaksanakan GCG oleh Dewan Komisaris, Direksi dan Kepala SKAI, Pemimpin Cabang Utama hingga wakil pegawai yang selanjutnya dilaksanakan pula oleh seluruh pegawai Bank Jateng di unit kerja masing-masing.<span id="more-192"></span></p>
<p>&#8221;Proses penerapan praktik GCG dilakukan melalui tahapan-tahapan, termasuk penyusunan pedoman GCG Bank Jateng yang mengacu pada visi, misi dan tujuan perusahaan maupun budaya perusahaan,&#8221; ungkap Direktur Kepatuhan Bank Jateng Soedaryo didampingi Dirut Haryono dan Direktur Pemasaran Basuki Sri Hartono seusai upacara HUT RI di Jl Pemuda, kemarin.</p>
<p>Ia menjelaskan konsekuensi penerapan praktik GCG perlu didukung dengan perangkat hukum yang akan menjadi dasar pelaksanaan GCG. Hal ini mempunyai relevansi terhadap performance perusahaan karena nilai akhir penerapan GCG adalah meningkatnya kinerja dan membaiknya citra perusahaan.</p>
<p>&#8221;Proses penerapan praktik GCG dilakukan melalui tahapan-tahapan, termasuk penyusunan pedoman GCG Bank Jateng yang mengacu pada visi, misi dan tujuan perusahaan maupun budaya perusahaan.&#8221;</p>
<p>Sebelum pedoman tersebut ditetapkan telah diselenggarakan sosialisasi kepada pegawai di seluruh Jateng, baik di kantor cabang maupun di kantor pusat yang pelaksanaannya dilakukan pada bulan Januari 2006.Dia mengatakan corporate governance yang baik akan sangat berarti bagi kepentingan-kepentingan pemegang saham, penyandang dana dan bagi perusahaan sendiri. </p>
<p>&#8221;Salah satunya adalah tolok ukur dalam implementasi GCG sehingga kita harus dinamis dan terbuka menerima konsep-konsep baru dalam GCG, sedangkan tantangan terbesar adalah perubahan paradigma dari pembentukan organ GCG menjadi pelaksanaan GCG sebagaimana mestinya dan untuk melaksanakan GCG tersebut dengan satu kata yaitu komitmen.&#8221; (G2-59)</p>
<p>* Sumber : www.suaramerdeka.com (Jumat, 18 Agustus 2006) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bankjateng.co.id/sites/?feed=rss2&amp;p=192</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bank Jateng Raih Golden Trophy &amp; Predikat Bank Terbaik 2006</title>
		<link>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=183</link>
		<comments>http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=183#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2006 18:16:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[2006]]></category>
		<category><![CDATA[awards]]></category>
		<category><![CDATA[SDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bankjateng.co.id/sites/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Perlahan tapi pasti, kinerja Bank Jateng selama lima tahun berturut-turut tumbuh pesat, dan berhasil meraih predikat sangat bagus.
Prestasi itu, dihargai secara meyakinkan oleh Majalah Infobank yang memberi penghargaan &#8221;Golden Trophy 2006&#8221; atas kinerja sangat bagus 2001-2005. Penghargaan ini diterima Direktur Umum Ispriyanto di Jakarta baru-baru ini.
Dalam waktu hampir bersamaan, Majalah Investor bahkan menganugerahi penghargaan tertinggi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perlahan tapi pasti, kinerja Bank Jateng selama lima tahun berturut-turut tumbuh pesat, dan berhasil meraih predikat sangat bagus.<br />
Prestasi itu, dihargai secara meyakinkan oleh Majalah Infobank yang memberi penghargaan &#8221;Golden Trophy 2006&#8221; atas kinerja sangat bagus 2001-2005. Penghargaan ini diterima Direktur Umum Ispriyanto di Jakarta baru-baru ini.<span id="more-183"></span><br />
Dalam waktu hampir bersamaan, Majalah Investor bahkan menganugerahi penghargaan tertinggi bagi banknya wong Jateng ini dengan predikat &#8221;Bank Terbaik 2006&#8221; untuk katagori BPD dengan aset di atas Rp 5 triliun.</p>
<p>Atas dua penghargaan tertinggi bagi industri perbankan ini, Dirut Bank Jateng Hariyono menyatakan, terima kasih pada semua pihak, utamanya karyawan yang telah menunjukkan dedikasi yang tinggi, sehingga bank ini meraih sukses. &#8221;Selama empat tahun masa baktinya kami memang terus melakukan penataan. &#8220;Ada tiga pilar yang menjadi acuan pengembangan Bank Jateng.&#8221;</p>
<p>Tiga pilar itu, lanjutnya berupa penataan sumber daya manusia (SDM), pengembangan teknologi informasi dan peningkatan pelayanan. &#8221;SDM memang modal utama yang harus terus ditingkatkan kualitasnya. Kami telah mengubah budaya kerja karyawan dari birokrat menjadi pelaku bisnis murni,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengakui, pembenahan SDM memang masalah yang cukup pelik, karena Bank Jateng memiliki kurang lebih 2.473 karyawan di 229 unit jaringan kantor se-Jawa Tengah. Jumlah ini merupakan yang terbesar di antara bank pembangunan daerah se-Indonesia.</p>
<p>Dia mengakui, setelah sempat terpuruk selama krisis moneter, bank ini mampu bangkit dan menampilkan kinerja yang kuat. &#8216;Saat ini, kami sedang meningkatkan daya saing agar bisa menjadi bank fokus yang menjadi tuan di wilayah kerjanya.&#8221;</p>
<p>Teknologi Informasi</p>
<p>Predikat bank terbaik, menurut dia juga terkait dengan keberhasilan bank ini mengembangkan teknologi informasi. Bank Jateng telah membuat blue print sistem teknologi informasi bank yang akan diaplikasikan secara bertahap selama 5 tahun sampai 2010. Tahap pertama dilakukan dengan melakukan perubahan dari sistem IMRBS (Integrated Modulair Retail Banking System) menjadi sistem CBS (Core Banking System).</p>
<p>Dengan sistern baru ini, kata dia Bank Jateng akan mampu menangani produk perbankan mutakhir. Selain itu penambahan perangkat keras, seperti ATM, baik melalui outsourching maupun bekerja sama dengan provider, sehingga nasabah Bank Jateng dapat melakukan transaksi penarikan dana tunai maupun belanja di seluruh Indonesia.</p>
<p>Untuk peningkatan pelayanan, dia menegaskan, pihaknya terus membenahi kantor agar lebih representatif. &#8221;Kami juga sedang merintis pengoperasian unit usaha syariah, utamanya di Jepara, Pekalongan dan Surakarta,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Haryono, dari sisi permodalan, CAR (kecukupan modal) Bank Jateng masih di atas ketentuan Bank Indonesia. Namun manajemen tetap melanjutkan komitmen untuk terus meningkatkan permodalannya. Caranya dengan kapitalisasi laba ditahan, hasil penarikan kredit macet yang kena write-off dan masuk dalam Asset Management Unit serta suntikan modal baru dari pemegang saham.</p>
<p>Namun berkat kerja keras, bank ini berhasil menyelesaikan program rekapitalisasi pada 2005 dengan menyelesaikan seluruh pinjaman sebesar Rp 651,064 miliar. Di antaranya Rp 389 miliar berupa obligasi rekapitalisasi, sehingga sebagian sahamnya diambil pemerintah pusat. Namun masalah ini kini sudah selesai dan saat ini seluruh saham pemerintah pusat telah kembali ke pemerintah daerah.</p>
<p>Bank Jateng, lanjutnya juga mencatat kinerja terbaik di antara kelompok BPD dengan aset di atas Rp 5 triliun pada pemeringkatan bank versi majalah Investor tahun 2006.</p>
<p>Semula manajemen menargetkan aset naik dari Rp 8,001 triliun menjadi Rp 8,783 triliun pada 2006. Namun sampai Mei 2006 aset Bank Jateng sudah mencapai Rp 10,251 triliun.</p>
<p>Ini menyusul lonjakan dana pihak ketiga menjadi Rp 9,119 triliun, jauh di atas target awal sebesar Rp 6,464 triliun. Pendapatan Bank Jateng sampai Mei 2006 sudah mencapai Rp 561,039 miliar atau lebih dari 50% dari capaian tahun 2005 sebesar Rp 1,099 triliun. Sementara laba bersih mencapai Rp 171,535 miliar per Mei. (B19-33)</p>
<p>* Sumber : www.suaramerdeka.com Kamis, (27 Juli 2006)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bankjateng.co.id/sites/?feed=rss2&amp;p=183</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
