Siapkan dana Rp 28 Miliar untuk Perumahan Korpri

Upaya untuk terus meningkatkan fungsi intermediasi terus digelorakan Bank Jateng. Salah satu diantaranya adalah dengan meningkatkan penyaluran Kredit Perumahan Rakyat (KPR).  Skim kredit ini selain dimaksudkan untuk meningkatkan fungsi intermediasi, juga diperuntukkan bagi masyarakat yang belum memiliki kebutuhan dasar (rumah), yang sekaligus pula mendukung program pemerintah dalam mensejahterakan rakyat.  
Serangkaian langkah nyata telah ditempuh Bank Jateng dalam penyaluran KPR ini.Bersama beberapa bank-bank nasional lain, Bank Jateng telah ditunjuk sebagai Bank Pelaksana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) oleh Kementrian Perumahan Rakyat beberapa waktu lalu.“Melalui KPR Sejahtera, Bank Jateng akan menyalurkan FLPP dengan suku bunga yang terjangkau agar masyarakat berpenghasilan rendah, dapat memiliki rumah yang layak” ungkap Direktur Utama Bank Jateng, Hariyono.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Hariyono, kelompok sasaran dari FLPP ini adalah masyarakat penghasilan tetap, seperti: pekerja swasta, pegawai negeri sipil (PNS) dan anggota TNI/Polri dengan penghasilan maksimal Rp 2,5 juta untuk tipe rumah Sejahtera Tapak, dan Rp 4,5 juta untuk tipe rumah Sejahtera Susun. Saat ini, tipe rumah yang bisa dibiayai dengan FLPP ini adalah KPR Sejahtera Tapak (konvensional/syariah) seharga Rp 50 juta hingga Rp 80 juta dengan suku bunga 8,15% - 8,50% dan KPR Sejahtera Susun (konvensial/syariah) seharga Rp 90 juta hingga Rp 135 juta dengan suku bunga 9,25% hingga 9,95%.
Pemilihan Bank Jateng sebagai Bank Pelaksana FLPP ini tidak lepas dari keberadaan Bank Jateng sebagai bank daerah yang memiliki kekuatan dan jangkauan yang luas di daerah.“Banyak masyarakat di daerah yang sangat membutuhkan bantuan pembiayaan perumahan yang murah dan terjangkau.Dan kami dinilai mampu menjangkau target perumahan rakyat di Jawa Tengah” imbuhnya.
Kerjasama dengan Jamsostek

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Bank Jateng menjalin kerjasama PT. Jamsostek untuk menyalurkan dana Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) bagi pekerja di wilayah Jawa Tengah. Penandatangan naskah kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama Bank Jateng, dan Direktur Utama PT. Jamsostek akhir Nopember yang lalu di Jakarta.
 
Dengan kerjasama tersebut, maka bagi para pekerja peserta Jamsostek yang akan membeli rumah melalui fasilitas KPR di Bank Jateng, dapat memanfatkan pinjaman uang muka dengan suku bunga hanya 6 % per tahun dan jangka waktu masa angsuran maksimal 15 tahun.
"Kerja sama ini karena Bank Jateng telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh PT Jamsostek sebagai bank sehat, rasio finansial yang memuaskan, serta dinilai sebagai bank professional”  kata Hariyono

Bank Jateng Biayai Perumahan Korpri

Langkah mantap Bank Jateng dalam pembiayaan perumahan pun segera diayun.Salah satunya adalah pembangunan perumahan Korpri di Kelurahan Bangetayu Wetan Kecamatan Genuk yang melibatkan Bank Jateng dalam hal pembiayaan. Menurut Hariyono, Bank Jateng telah mempersiapkan alokasi dana Rp 28 miliar untuk pembangunan sekitar 140 unit rumah yang akan dibangun di tanah seluas 22.004 meter persegi milik Korpri Jateng tersebut.
 
“Diperkirakan pembangunanya akan selesai pada semester pertama 2012,’’ jelas Hariyono saat ditemui di sela-sela acara peletakan batu pertama pembangunan Perumahan Korpri di Kelurahan Bangetayu Wetan Kecamatan Genuk, Rabu (23/11) yang lalu.Peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Bibit Waluyo.“Meski jumlahnya terbatas, diharapkan PNS yang mendapatkan rumah tersebut dapat memanfaatkannya secara optimal.Setidaknya pembangunan perumahan korpri tersebut merupakan bukti kepedulian Pemprov Jateng terhadap para PNS yang belum memiliki rumah, melalui pembiayaan yang ada pada Bank Jateng” terang Gubernur.