Ekonomi Update 13 September 2017

    • Bank Indonesia mendorong pengembangan remitansi bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), sebagai bentuk dukungan terhadap Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang dilaksanakan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
    • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada perdagangan Selasa berbalik melemah sebesar –0,9072poin (-0,38%) ke level 236,8104.
    • Direktur Groups Pengelolaan Operasional Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Hari Prasetyo mengemukakan tindakan likuiditas (pembekuan izin) terhadap puluhan perbankan yang didominasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) itu bukan karena persaingan.
    • Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rabu dibuka melemah sebesar 11,88 poin dibayangi sentimen negatif eksternal.
    • Bank Indonesia mengungkapkan transaksi repurchase agreement atau yang lebih dikenal dengan repo masih di bawah harapan.
    • Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat sebesar 13 poin menjadi Rp13.187 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.200 per dolar Amerika Serikat (AS).
    • Poundsterling mengalami penguatan terhadap sejumlah mata uang utama global pada perdagangan Selasa ini.
    • Setelah pelabuhan dan kawasan industri, perusahaan-perusahaan China mengambil ancana-ancang untuk akuisisi perusahaan keuangan global di Eropa, seperti bank-bank Eropa, perusahaan asuransi dan manajer aset untuk memanfaatkan dana dan keahlian mereka.
    • Kurs dolar AS coba mempertahankan kenaikannya atau stabil pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor menunggu rilis data inflasi AS yang dapat mempengaruhi waktu kenaikan suku bunga Fed berikutnya.
    • Harga emas naik level $1334 pada awal sesi Asia hari Rabu di tengah investor yang melihat penurunan akhir-akhir ini karena meredanya ketegangan di semenanjung Korea serta adanya peluang untuk membeli dan permintaan fisik karena semakin dekatnya musim festival di India
    • Harga minyak bergerak bervariasi di sesi Asia hari Rabu dengan investor mempertimbangkan laporan cadangan minyak mentah dan produk olahan dari American Petroleum Institute serta menunggu laporan cadangan resmi dari Energy Information Administration.

    EKONOMI DOMESTIK

     

    • Bank Indonesia mendorong pengembangan remitansi bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), sebagai bentuk dukungan terhadap Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang dilaksanakan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Program Desmigratif sangat penting dilakukan, antara lain mempertimbangkan besarnya kontribusi penghasilan TKI terhadap devisa Indonesia. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, saat menghadiri peluncuran Program Desmigratif 2017, Senin (11/09), di Jakarta. Peluncuran antara lain dihadiri oleh pimpinan lembaga terkait, yaitu Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Program Desmigratif dilakukan sebagai upaya penanganan desa kantong TKI secara terpadu, termasuk terkait aspek sosial seperti menjaga keutuhan keluarga TKI. Dalam pelaksanaannya, terdapat 4 pilar kegiatan utama, yaitu Layanan Migrasi (Pilar 1), Usaha Produktif (Pilar 2), Community Parenting (Pilar 3), dan Koperasi Desmigratif (Pilar 4). Keempat pilar tersebut diharapkan mampu menjadi solusi atas kompleksitas tantangan yang dihadapi selama ini dalam pengembangan kapabilitas TKI dan keluarganya. Sebagai otoritas sistem pembayaran, Bank Indonesia siap mendukung Desmigratif melalui berbagai program, antara lain remitansi bagi TKI. Mekanisme pengiriman uang dari TKI kepada keluarganya saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti masih dilakukannya remitansi melalui perantara serta proses remitansi yang kurang efisien dan efektif. Untuk itu, BI mendorong dikembangkannya model bisnis remitansi yang lebih efisien, efektif, mudah, dan terjangkau. Model bisnis tersebut terdiri dari kerja sama dengan pihak penyedia jasa untuk memfasilitasi remitansi, yaitu berupa transfer melalui telepon genggam ke telepon genggam, secara host to host, dari agen ke agen, transfer menggunakan Cash Deposit Machine, serta transfer dari kantor pos ke kantor pos. Untuk mendukung implementasi model bisnis tersebut, diperlukan regulasi agar TKI sebelum berangkat telah membuka rekening, dalam hal ini didorong berupa uang elektronik dan tabungan. Terkait hal ini, BI telah berkoordinasi dengan OJK untuk kemudahan pembukaan rekening oleh perbankan. Dalam pengembangan model bisnis tersebut, BI tidak hanya mendorong industri namun juga mengupayakan melalui diskusi dengan otoritas sistem pembayaran di negara lain serta menjajagi koridor bilateral remitansi antara Indonesia dengan negara pengirim. Program lain yang didorong Bank Indonesia dalam pengembangan Desmigratif adalah ekosistem non tunai di komunitas keluarga TKI. Untuk itu, tidak hanya TKI yang diharapkan telah memiliki rekening, namun juga keluarga TKI. Dalam hal ini, Layanan Keuangan Digital (LKD) yang diinisiasi oleh Bank Indonesia telah memungkinkan masyarakat bertransaksi di agen LKD, dengan menggunakan uang elektronik. Selain itu, Bank Indonesia juga akan melaksanakan pengembangan UMKM di Desmigratif, dengan mengambil peran sebagai narasumber pendidikan dan pengembangan UMKM, pelatihan kewirausahaan dan pendampingan klaster ketahanan pangan. Melalui kontribusi berbagai pihak terkait, program Desmigratif diharapkan dapat memberi manfaat yang luas bagi masyarakat Indonesia.
    • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada perdagangan Selasa berbalik melemah sebesar –0,9072poin (-0,38%) ke level 236,8104. Pelemahan ICBI didorong oleh kinerja return obligasi pemerintah (INDOBeXG-Total Return) yang turun sebesar –0,9729poin (-0,41%) ke level 234,2588. Indeks total return obligasi korporasi (INDOBeXC-Total Return) pada perdagangan Selasa turut terkoreksi sebesar –0,3737poin (-0,15%) ke level 245,3101. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan bearish. Kelompok tenor menengah (5-7tahun) dan tenor panjang (>7tahun) mengalami kenaikan rata-rata yield tertinggi masing-masing sebesar +10,34bps dan +3,95bps. Sementara itu hanya yield kelompok tenor pendek (<5tahun) yang turun sebesar –0,51bps. Sehingga, INDOBeXG-Effective Yield kemarin menunjukkan kinerja negatif dengan naik sebesar +0,0646poin ke level 6,5525. Senada dengan sesi siangnya, harga SUN benchmark masih kompak melemah hingga penutupan perdagangan dengan rata-rata sebesar –80,16bps. Pelemahan harga terbesar dialami oleh seri FR0072 hingga sebesar –125,81bps. Sedangkan pelemahan harga terendah dicatatkan oleh seri FR0059 yakni sebesar –63,10bps. Harga seluruh seri SBN (FR dan ORI) turut didominasi koreksi dengan rata-rata sebesar –38,01bps sehingga mendorong turunnya INDOBeXG-Clean Price ke level 119,2723 (-0,5319poin). Aktivitas perdagangan tampak menurun. Total frekuensi perdagangan turun sebesar –19,78% dari 1.466 kali menjadi 1.176 kali. Total volume perdagangan juga turun hingga sebesar –26,14% dari Rp19,67tn menjadi Rp14,53tn. Penurunan volume perdagangan tersebut dipicu oleh seluruh tenor SUN dimana SUN tenor pendek menyumbang penurunan volume terbesar hingga Rp2,88tn dalam sehari. Seri FR0074 menjadi SBN teraktif dengan 130 transaksi dan FR0059 menjadi seri dengan total volume terbesar hingga Rp2,14tn. Sedangkan dari korporasi, seri BBTN03ACN1 menjadi yang teraktif yakni ditransaksikan sebanyak 20 kali dengan total volume sebesar Rp5miliar. Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin, pasar obligasi domestik akhirnya ditutup dalam zona merah setelah mengalami penguatan kinerja selama 26 hari beruntun. Seiring belum adanya sentimen penggerak lanjutan di pasar, pelemahan pada sepanjang perdagangan kemarin diperkirakan karena pasar sudah memasuki area jenuh beli sehingga banyak investor yang melakukan akumulasi profit taking terhadap seri-seri portofolionya. Kondisi tersebut tercermin dari melemahnya mayoritas harga-harga seri FR maupun ORI dan tekanan kenaikan imbal hasil pada sebagian besar tenor obligasi pemerintah. Namun demikian ditengah melemahnya kinerja, lelang SBSN yang juga diadakan pemerintah Selasa kemarin justru mencatatkan rekor oversubscribed terbaru yakni hingga 5,52 kali atau senilai Rp27,59tn dan total dana yang diserap pemerintah mencapai Rp7,00tn. Pada perdagangan sesi Rabu ini, pasar obligasi diperkirakan masih bergerak terbatas dan para investor berpotensi masih meneruskan aksi profit taking seiring belum adanya sentimen lanjutan dominan di pasar. Pada hari ini pasar akan menunggu data dari AS seperti persediaan minyak mentah mingguan yang diprediksi turun tipis dan Producer Price Index bulanan yang diperkirakan sanggup meningkat ke level 0,3%.
    • Direktur Groups Pengelolaan Operasional Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Hari Prasetyo mengemukakan tindakan likuiditas (pembekuan izin) terhadap puluhan perbankan yang didominasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) itu bukan karena persaingan. "Sampai terjadinya penutupan terhadap perbankan yang sebagian besar adalah BPR ini bukan karena persaingan bisnis, tetapi lebih banyak disebabkan adanya paktik kecurangan (fraud). Masih banyak oknum perbankan yang memanfaatkan wewenangnya serta masih minimnya pengetahuan SDM-nya," kata Hari Prasetyo di sela Media Workshop "Peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam Menjaga Stabilitas Keuangan" di Malang, Jawa Timur, Selasa. Ada banyak alasan kenapa bank tersebut izinnya dicabut atau dilikuidasi, namun sebagian besar karena "fraud" serta manajemen yang kurang bagus dan prkatik fraud yang semakin parah. Sementara itu data yang diberikan LPS disebutkan pada semester pertama 2017, LPS telah melakukan likuidasi (pembekuan izin) terhadap 81 bank. Dari jumlah itu, mayoritas pencabutan izin dilakukan terhadap Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Hingga Juli 2017, kata Hari, LPS telah mencabut satu izin dari sebuah bank umum. Kemudian pencabutan juga dilakukan pada 75 BPR, dan sisanya merupakan BPR Syariah. Tak hanya pada BPR konvensional saja, BPR Syariah pun, kata Hari, mengalami masalah yang sama. Karena hampir semua yang bertugas di bank syariah bermula dari perbankan konvensional. Tak bisa dipungkiri, di dalamnya juga terdapat praktik yang kurang bagus meski pada prinsipnya perbankan syariah menerapkan kacamata ajaran Islam. Sebelum melakukan likuidasi, lanjutnya, LPS terlebih dulu akan memberi pilihan pada bank gagal tidak sistematik tersebut. Apabila dalam perhitungan awal bank yang sudah tidak sehat tersebut masih memungkinkan untuk diselamatkan dan dikembangkan, LPS akan memberi suntikan modal. Menurut Hari, ada dua skema yang diterapkan, yaitu dengan memberi porsi 20 persen modal untuk pemegang saham atau pemodal awal bank dan 80 persen modal dari LPS. Dan, opsi kedua, 100 persen pemodalan diserahkan kepada LPS dan LPS akan melakukan perombakan secara besar-besaran di dalamnya. Minimal, ujar Hari, dalam jangka waktu dua tahun, aktivitas ekonomi dalam bank yang bersangkutan harus kembali normal dan sehat, apabila memang ada upaya penyelamatan. Namun, apabila tidak dapat cepat dijual, maksimal empat tahun waktu pengelolaan bank oleh LPS untuk kemudian dijual kembali ke pasar. "LPS dapat menanggungnya dengan tabungan yang dimiliki masing-masing nasabah dalam satu bank maksimal Rp2 miliar, namun jika tidak memungkinkan untuk memberi keuntungan, maka bank yang dimaksud akan dicabut izinnya dan LPS akan memberi sejumlah dana untuk menarik izin bank yang bersangkutan," ujarnya. Sementara itu, Ketua Yayasan DPD Perbarindo Jatim Luluk Indrayani menambahkan perlu adanya peningkatan pengawasan bagi setiap perbankan. Sehingga, proses kecurangan dapat lebih ditekan lagi. Saat ini, OJK juga memperketat peraturan yang ada. Sepanjang tahun 2016, LPS telah menangani 14 Badan Perkreditan Rakyat (BPR) bermasalah di Indonesia dan tiga diantaranya sudah ditutup. "Ada sebelas kasus BPR yang kami tangani, tiga BPR yang ditutup karena fraud," ucapnya. Sampai saat ini ada 1.914 bank yang terdiri dari 1.796 BPR dan 118 bank umum yang menjadi peserta penjaminan LPS.
    • Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rabu dibuka melemah sebesar 11,88 poin dibayangi sentimen negatif eksternal. IHSG BEI dibuka melemah sebesar 11,88 poin atau 0,20 persen menjadi 5.860,48 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 3,00 poin (0,31 persen) menjadi 975,05 poin. "Kondisi ekternal yang terbilang masih cenderung negatif kembali membayangi pergerakan IHSG, meskipun dari internal cukup kondusif," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Rabu. Ia mengemukakan bahwa saat ini pasar global masih diselimuti oleh implikasi ekonomi Amerika Serikat yang ditimbulkan dari dampak badai serta data klaim pengangguran yang akan membawa pada keputusan The Fed mengenai kebijakan moneternya. Selain itu, lanjut dia, kekhawatiran tentang ketegangan di Semenanjung Korea tetap menjadi sumber tekanan bagi pasar global. Dari dalam negeri, ia menambahkan bahwa penguatan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini diharapkan dapat menjaga sentimen positif bagi pasar modal. Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa sebagian investor masih menahan transaksi beli seraya mencermati sentimen eksternal yang kurang kondusif. "Bursa saham di kawasan Asia cenderung melemah, kondisi itu yang membuat sebagian pelaku pasar saham menahan transaksinya," katanya. Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 78,30 poin (0,40 persen) ke 19.855,17, indeks Hang Seng melemah 206,46 poin (0,74 persen) ke 27.765,78, dan Straits Times melemah 12,89 poin (0,41 persen) ke posisi 3.222,47.
    • Bank Indonesia mengungkapkan transaksi repurchase agreement atau yang lebih dikenal dengan repo masih di bawah harapan. Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia Nanang Hendarsyah mengatakan sejak otoritas mengeluarkan kebijakan 7 Days Reverse Repo Rate, transaksi repo masih belum berjalan sesuai ekspektasi. Hal itu menjadi tantangan tersendiri guna mendorong perbankan beralih dari transaksi pasar uang antar bank (PUAB) dan FX swap. "Transaksi repo ini sekarang antara Rp1 triliun - Rp2 triliun per hari. Perkembangannya sangat lambat, padahal ekspektasinya bisa menggantikan transaksi PUAB, setidaknya 50% transaksi PUAB itu beralih ke repo," katanya di Jakarta, Senin (11/9/2017). Dia menuturkan, ada sejumlah faktor yang menghambat laju perkembangan transaksi repo. Salah satunya menyangkut pemahaman perbankan terkait perjanjian kontrak yang disebut general master repo agreement (GMRA) yang berbeda-beda antara beberapa kelompok bank. Nanang mengatakan, BI bersama perbankan, Otoritas Jasa Keuangan, asosiasi, dan perbankan, tengah melakukan sinkronisasi pemahaman GMRA tersebut. Poin yang belum sinkron, misalnya, terkait frekuensi margining. Ada kelompok yang memandang butuh waktu tiga hari dan ada yang beranggapan sebaiknya dilakukan secara harian. "Selain itu, terkait margining process, repo ini pinjam meminjam dengan agunan terutama SBN. Saat harga SBN turun, berarti yang menyerahkan SBN harus lakukan top up, begitu juga sebaliknya. Ini yang belum klop," katanya. Lebih lanjut, Nanang menuturkan bahea transaksi repo perlu didorong demi memperkuat transmisi kebijakan moneter BI. Selain itu, pasar repo juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan karena berbasis kolateral. Ekonom PT Bank Central Asial Tbk. David Sumual mengatakan sebagai platform baru, repo masih perlu waktu untuk bertumbuh. "Sebenarnya ini sudah ada peningkatan, tahun lalu masih Rp800 miliar - Rp1 triliun. Tetapi memang masih banyak tantangan," katanya, Selasa (12/9/2017). David menuturkan, pada dasarnya repo menjadi lebih menarik karena transaksinya menggunakan kolateral. BI pun ingin menggeser instrumen operasi moneter utama ke reverse repo. Mayoritas bank yang menggunakan fasilitas repo didorong tujuan untuk mengatur likuiditas bukan untuk kebutuhan ekspansi kredit atau lending. "Kendalanya seperti adanya kredit limit untuk tiap counterparty, padahal repo itu kan hanya dalam mengatur likuiditas. Di sisi lain, mungkin underlying-nya harus diperluas jangan hanya SBN. Negara lain juga sudah bervariasi misalnya obligasi korporasi yang ratingnya triple A," tuturnya. Mengacu pada data sistem statistik keuangan Indonesia (SSKI) sampai Juni 2017, rata-rata harian transaksi repo berada pada kisaran Rp1,46 triliun dengan rata-rata frekuensi transaksi sebanyak 90 kali. Nilai rata-rata transaksi itu lebih tinggi dibandingkan dengan periode Mei 2017 yang sebesar Rp1,31 triliun dengan rata-rata frekuensi transaksi sebanyak 139 kali. Adapun, sepanjang 2016, rata-rata harian transaksi repo mencapai tertinggi pada September dengan nilai Rp1,88 triliun dengan rata-rata frekuensi transaksi sebanyak 139 kali. Dihubungi terpisah, Direktur Keuangan dan Treasuri PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Iman Nugroho Soeko mengatakan transaksi repo tidak terlalu dinimati perbankan karena adanya syarat jaminan. "Transaksi repo itu kan menjaminkan surat berharga yang dimiliki seperti SUN. Jadi kalau masih bisa cari pendanaan tanpa menjaminkan aset kan lebih baik alternatif itu yang dilakukan," katanya. Iman menjelaskan transaksi repo outstanding BTN sebesar Rp1,3 triliun untuk tiga transaksi dari periode 3- 4 tahun lalu.
    • Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat sebesar 13 poin menjadi Rp13.187 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.200 per dolar Amerika Serikat (AS). "Nilai tukar rupiah kembali bergerak menguat terhadap dolar AS setelah sempat tertahan lajunya pada perdagangan kemarin (12/9)," kata Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu. Ia mengatakan bahwa fundamental ekonomi nasional yang stabil masih menjadi salah satu faktor yang membuat aset-aset berdenominasi rupiah diminati oleh investor. "Sejumlah surat utang negara (SUN) masih cukup diminati investor, kondisi itu menjadi salah satu faktor yang menjaga fluktuasi rupiah di area positif," katanya. Kendati demikian, lanjut dia, apresiasi rupiah relatif masih terbatas menyusul rencana bank sentral Tiongkok (PBOC) yang dikabarkan akan memangkas persyaratan cadangan untuk lembaga keuangan yang menyelesaikan posisi forward valas Yuan, kondisi itu membuat mata uang Tiongkok terdepresiasi dan berpotensi berimbas ke mata uang sekitar. Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong menambahkan bahwa The Fed yang dinilai masih kesulitan untuk menaikkan suku bunga acuan pada tahun ini masih menjadi salah satu faktor yang menahan laju dolar AS. "Inflasi Amerika Serikat cenderung masih melambat, kondisi itu yang membuat pasar berekspektasi The Fed belum akan menaikan suku bunganya dalam waktu dekat," katanya.

     

    EKONOMI GLOBAL

     

    • Poundsterling mengalami penguatan terhadap sejumlah mata uang utama global pada perdagangan Selasa ini. Sebelumnya, pada perdagangan Senin kemarin, poundsterling menguat ke level tinggi tiga pekan terhadap euro. Beredar spekulasi bahwa bank sentral Inggris Bank of England (BOE) mungkin mengeluarkan pernyataan hawkish mengenai bunga acuan di pekan ini untuk mengendalikan nilai poundsterling agar tidak terlalu kuat. Selasa (12/9), sterling telah menguat sejak pekan lalu dimana pada Jumat lalu pound menyentuh level terkuat lima pekan terhadap greenback setelah rilis output manufaktur yang melebihi estimasi pasar. Output manufaktur Inggris bulan Juli naik 0.5%, sementara pasar hanya mengestimasi 0.3%, sedangkan bulan sebelumnya mendatar 0.0%. Karena itu menjelang pertemuan BOE Kamis lusa, beberapa analis dan trader yakin para pejabat BOE akan berpikir mengenai kenaikan bunga mengingat tingginya angka inflasi di Inggris sebagai akibat melemahnya sterling sejak referendum Brexit memenangkan kubu pro keluar Uni Eropa. Di sisi lain, ekonomi Inggris juga tumbuh kuat, tidak seperti perkiraan pengamat yang memprediksi Inggris akan terpuruk setelah referendum. "Perkembangan pertumbuhan yang lebih kuat (minggu lalu) harus memberi kepercayaan lebih pada BoE bahwa pertumbuhan ekonomi masih bertahan dengan baik sejak pemungutan suara Brexit," kata Lee Hardman, seorang analis mata uang di Bank of Mitsubishi - UFG Jepang. Sejak beberapa bulan terakhir pasar berharap BOE menaikkan bunga acuan yang saat ini 0.25% sementara angka inflasi telah melewati target BOE di 2%. Sementara inflasi Agustus diprediksi sebesar 2.8%, lebih tinggi dari inflasi Juli 2.6%.
    • Setelah pelabuhan dan kawasan industri, perusahaan-perusahaan China mengambil ancana-ancang untuk akuisisi perusahaan keuangan global di Eropa, seperti bank-bank Eropa, perusahaan asuransi dan manajer aset untuk memanfaatkan dana dan keahlian mereka. Pada Selasa (12/9), sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan dua konglomerat paling sukses di China, HNA Group dan Anbang Insurance Group, secara terpisah tengah mempertimbangkan penawaran untuk mengakusisi perusahaan asuransi Jerman Allianz SE. Tak satu pun dari keduanya mengajukan penawaran, namun perundingan tersebut menandai tingkat ambisi baru untuk China: Allianz adalah pendukung ekonomi Jerman, sebuah pilar untuk pensiun lokal dan sebuah kelompok besar dengan aset ekonomi yang dikelola mencapai 1,9 triliun euro ($ 2,3 triliun). HNA saat ini memiliki hampir  10 persen saham di Deutsche Bank. Bankir, pengacara dan eksekutif perusahaan mengatakan lebih banyak transaksi keuangan akan datang, dipimpin oleh BUMN raksasa negeri Panda ini seperti China Life dan China Everbright, serta perusahaan swasta termasuk Legend Holdings dan China Minsheng Financial. Pesan dari regulator di China sangat jelas - mereka ingin perusahaan-perusahaan ini berekspansi di luar negeri dan mendapatkan akses ke sejumlah besar dana dan keahlian, "kata penasihat keuangan merjer dan akuisisi (M & A) di sebuah bank global, yang bekerja dengan regulator dan perusahaan China. "Mereka akan terlihat sangat baik dalam transaksi yang memiliki beberapa kaitan dengan program Belt and Road (Jalur Sutra), karena negara tersebut perlu meningkatkan kekuatan keuangannya," kata bankir tersebut. Tapi Beijing akan memastikan ekses dari beberapa tahun terakhir tidak terjadi lagi, yaitu utang korporasi swasta yang menggunung akibat ekspansi besar-besaran. Selama dua tahun terakhir, konglomerasi China menghabiskan miliaran dolar untuk mengakuisi properti hingga klub sepak bola Eropa namun bermodalkan utang, namun kini Beijing telah berusaha mengendalikan beberapa ekses tersebut.
    • Kurs dolar AS coba mempertahankan kenaikannya atau stabil pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor menunggu rilis data inflasi AS yang dapat mempengaruhi waktu kenaikan suku bunga Fed berikutnya. Para investor mengalihkan fokus mereka ke Indeks Harga Konsumen (IHK) yang akan diumumkan pada Kamis (14/9). Data tersebut dapat mempengaruhi keputusan para pejabat Fed mengenai kebijakan moneter Amerika Serikat. Harapan untuk kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat telah berkurang baru-baru ini. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Desember sekarang hanya 41,1 persen, menurut alat FedWatch CME Group. Sementara itu, jumlah lowongan pekerjaan sedikit berubah pada 6,2 juta pada hari kerja terakhir Juli, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan dalam sebuah laporan pada Selasa (12/9). Selama bulan tersebut, perekrutan dan pemutusan hubungan kerja (PHK) pegawai juga masing-masing mengalami perubahan 5,5 juta dan 5,3 juta. Dalam pengurangan karyawan, tingkat karyawan yang meninggalkan pekerjaan secara sukarela serta tingkat PHK dan pemberhentian karyawan sedikit berubah masing-masing 2,2 persen dan 1,2 persen, menurut laporan tersebut. Para analis mengatakan angka-angka tersebut menunjukkan bahwa para pengusaha mengalami kesulitan untuk menemukan pelamar dengan keterampilan yang tepat. Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,1967 dolar AS dari 1,1965 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi 1,3289 dolar AS dari 1,3173 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,8026 dolar AS dari 0,8030 dolar AS. Dolar dibeli 110,03 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,32 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9599 franc Swiss dari 0,9540 franc Swiss, dan mencapai 1,2166 dolar Kanada dari 1,2118 dolar Kanada
    • Harga emas naik level $1334 pada awal sesi Asia hari Rabu di tengah investor yang melihat penurunan akhir-akhir ini karena meredanya ketegangan di semenanjung Korea serta adanya peluang untuk membeli dan permintaan fisik karena semakin dekatnya musim festival di IndiaSemalam harga emas turun ke level awalnya pada hari Selasa karena meredanya ketegangan antara Korea Utara dan AS memicu permintaan untuk aset beresiko yang menopang kenaikan pasar saham global ke rekor tertinggi untuk dua hari beruntun. Penguatan terhadap aset beresiko terjadi dua hari beruntun, menurunkan permintaan untuk aset safe haven di tengah investor abaikan ancaman terbaru dari Korea Utara setelah Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru, dengan membatasi negara tersebut untuk impor minyak sementara wakti dan membatasi ekspor tekstil. Sementara itu Duta Besar Korea Utara untuk PBB, Han tae Song, dalam konfrensinya di Jenewa mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh DPRK (Partai Republik Demokratik Korea) akan membuat AS mengalami penderitaan yang sangat menyakitkan yang pernah ada dalam sejarah.
    • Harga minyak bergerak bervariasi di sesi Asia hari Rabu dengan investor mempertimbangkan laporan cadangan minyak mentah dan produk olahan dari American Petroleum Institute serta menunggu laporan cadangan resmi dari Energy Information AdministrationDi New York Mercantile Exchange, harga minyak WTI pukul 10:24 WIB bergerak di level $48.22. American Petroleum Institute pada hari Selasa melaporkan bahwa cadangan minyak mentah AS naik 6.18 juta barel pada akhir pekan lalu, jauh lebih tinggi dari perkiraan untuk kenaikan 2.5 juta barel. Ini adalah kenaikan kedua beruntun setelah Badai Harvey menutup produksi di beberapa ladang dan kilang di teluk Meksiko serta beberapa produsen domestik yang juga mengurangi output untuk menghindari melimpahnya cadangan yang lebih besar di tempat penyimpanan. Hub penyimpanan minyak di Cushing, Oklahoma terlihat mengalami kenaikan 1.32 juta barel. Namun suplai untuk bensin turun 7.90 juta barel dan minyak olahan turun 1.81 juta barel karena kilang utama di Houston dan Corpus Christi ditutup. Energy Information Administration akan merilis data pemerintah pada hari Rabu malam.

     

     

    Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

     

     Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.